JAKARTA, KOMPAS.com - Penutup manhole utilitas di jalan dan trotoar wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan terpantau dalam kondisi tidak rata, miring, bahkan tidak tertutup sempurna.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki maupun pengguna jalan, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.
Pantauan Kompas.com, Kamis (19/2/2026), di sejumlah titik di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, memperlihatkan penutup manhole lebih tinggi dari permukaan trotoar.
Beberapa di antaranya tampak miring dengan celah terbuka di bagian sisi, memperlihatkan rongga di bawahnya.
Di salah satu titik di tepi trotoar yang bersebelahan dengan jalur sepeda, penutup manhole berbahan beton dengan bingkai besi terlihat terangkat pada salah satu sudutnya.
Permukaan penutup tidak sejajar dengan paving block di sekitarnya. Bahkan, ada bagian yang meninggi beberapa sentimeter dari dasar trotoar, menciptakan undakan kecil yang rawan menyebabkan orang tersandung.
Tak jauh dari lokasi tersebut, ditemukan pula penutup manhole yang tidak tertutup rapat. Salah satu sisinya terbuka, menyisakan lubang yang memperlihatkan kabel dan instalasi di dalamnya.
Di sekitar lubang, terlihat sisa material seperti pecahan beton dan kerikil yang tidak dirapikan.
Kondisi serupa juga terlihat di Pancoran, Jakarta Selatan. Beberapa penutup utilitas di trotoar tampak tidak rata dengan permukaan sekitarnya.
Ada yang ambles membentuk cekungan, ada pula yang lebih tinggi dari permukaan jalan setapak.
Di salah satu titik, penutup manhole bahkan tampak dalam posisi miring dengan celah cukup lebar di bagian bawahnya.
Celah tersebut cukup besar untuk membuat kaki orang dewasa terperosok jika tidak berhati-hati. Di sekitar lokasi juga terlihat kabel dan pipa utilitas yang sebagian terekspos dari dalam lubang.
Selain manhole, sejumlah kabel dan pipa utilitas tampak tidak tertata rapi. Di beberapa titik, kabel menggantung di dekat pagar pembatas trotoar, sementara di titik lain terlihat instalasi pipa yang tertanam tidak sempurna sehingga permukaannya menonjol dari tanah.
Kondisi ini menyebabkan pejalan kaki harus ekstra waspada saat melintas. Sejumlah warga yang berjalan kaki tampak memperlambat langkah ketika melewati deretan penutup manhole yang tidak rata tersebut.
Beberapa orang terlihat menundukkan kepala untuk memastikan pijakan mereka aman.
Seorang pejalan kaki di Jalan Rasuna Said memilih berjalan di sisi trotoar yang lebih rata, meski harus sedikit menyempit karena terhalang tiang dan pagar pembatas.
Ada pula yang terpaksa turun sebentar ke badan jalan untuk menghindari penutup manhole yang terbuka sebagian.
Beberapa penutup tampak sudah aus dan berkarat dengan bagian tepi yang retak. Permukaan beton pada penutup terlihat pecah dan tidak lagi menyatu dengan rangka besinya.
Saat hujan turun, genangan air yang terbentuk di sekitar penutup manhole membuat kondisi semakin berisiko. Permukaan yang licin dan tidak rata berpotensi menyebabkan pejalan kaki tergelincir.





