DEPOK, KOMPAS.com - Dua pria berinisial AJ dan ZA menjadi polisi gadungan untuk memalak warga demi uang recehan di terminal dan stasiun wilayah Depok.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, kedua pelaku telah beraksi lebih dari tiga kali sebelum ditangkap pada Rabu (18/2/2026) malam.
“Sudah ada beberapa korban yang mereka ancam dan peras, tapi untuk nominalnya tidak begitu banyak, sekitar Rp 2.000, Rp 4.000, Rp 5.000 yang diambil para pelaku,” kata Made saat ditemui wartawan di Polres Depok, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: 2 Polisi Gadungan yang Palak Jukir Sambil Todong Pistol Mainan Beraksi di Terminal-Stasiun Depok
Saat memeras warga dalam beberapa bulan terakhir, pelaku mengenakan kaos anggota polisi dan membawa pistol mainan.
Kedua barang yang dibeli di e-commerce itu untuk mengancam para korban.
Biasanya, keduanya kerap beraksi di Stasiun Depok Lama dan Stasiun Depok Baru.
Sampai pada akhirnya, modus itu turut dilakukan di area dekat Terminal Depok namun tertangkap basah.
“Diketahui, ketika pelaku kami amankan masih dalam pengaruh minuman keras,” kata dia.
Saat ini, AJ dan ZA telah diamankan di Polres Metro Depok dengan barang bukti pistol mainan, seutas kabel ties, dan kaos hitam bertuliskan “Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya”.
Sebelumnya, dua pria berinisial AJ dan ZA ditangkap karena mengaku sebagai anggota polisi dan menodongkan pistol mainan saat memalak juru parkir di Terminal Depok Baru, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Rabu (18/2/2026) malam.
Baca juga: Todongkan Pistol Mainan, 2 Polisi Gadungan Palak Juru Parkir di Terminal Depok
Peristiwa ini diunggah di media sosial Instagram @depok24jam yang menunjukkan saat kedua pelaku telah diamankan warga dan Polres Metro Depok.
Dalam narasinya, pemalakan terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB saat kedua pelaku mendatangi jukir di area parkir motor.
Saat itu, para pelaku disebut mengaku sebagai polisi dan sempat mengeluarkan benda menyerupai pistol untuk meminta sejumlah uang.
Setelahnya, korban sempat melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian orang di sekitar terminal.
“Pistolnya sempat diarahkan ke jukirnya, namun belum ada uang yang diserahkan korban,” ungkap Made saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




