Ramallah: Tentara Israel menangkap 14 warga Palestina pada Jumat, 20 Februari 2026, dalam serangkaian penggerebekan yang mencakup penggeledahan rumah di berbagai wilayah Tepi Barat di pekan pertama Ramadan di tanah Palestina.
Penangkapan terutama terjadi di wilayah utara Jenin, Tulkarem, dan Salfit. Pasukan Israel menahan 13 warga setelah menggerebek serta menggeledah rumah mereka, menurut keterangan Kantor Media Tahanan Palestina.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan seorang pemuda menyerahkan diri setelah mendapat tekanan.
Kantor itu menambahkan kampanye penangkapan harian terus berlangsung di kota-kota dan permukiman di seluruh Tepi Barat selama Ramadan, di tengah eskalasi yang disebut menyasar pemuda dan mahasiswa.
Direktur Jenderal Perhimpunan Tahanan Palestina, Amjad al-Najjar, mengatakan pada Kamis bahwa penangkapan oleh Israel di Tepi Barat meningkat secara nyata sejak awal Ramadan.
“Penangkapan oleh otoritas pendudukan Israel di Tepi Barat pada umumnya meningkat sejak dimulainya Ramadan,” kata Najjar, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut data Palestina, lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini ditahan di penjara Israel, termasuk 350 anak-anak dan 56 perempuan. Mereka disebut menghadapi penyiksaan, kelaparan, serta pengabaian medis yang menyebabkan puluhan kematian.
Sejak perang di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, Israel meningkatkan operasi di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur yang diduduki melalui militer maupun pemukim yang disebut ilegal.
Langkah-langkah tersebut mencakup pembunuhan, penangkapan, penghancuran bangunan, pengusiran, serta perluasan permukiman.
Warga Palestina memperingatkan kebijakan tersebut membuka jalan bagi kemungkinan aneksasi resmi Tepi Barat oleh Israel, yang menurut mereka akan merusak peluang berdirinya negara Palestina sebagaimana digariskan dalam resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Operasi Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Oktober 2023 disebut telah menewaskan lebih dari 1.115 warga Palestina, melukai sekitar 11.500 orang, serta menyebabkan hampir 22.000 penangkapan.
Sementara itu, perang di Gaza selama lebih dari dua tahun disebut telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya yang kebanyakan meerupakan perempuan dan anak-anak serta merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil, menurut sumber Palestina.
Baca juga: Kebijakan Tanah Israel di Tepi Barat Picu Kekhawatiran Aneksasi




