Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebutkan pengumpulan terstruktur dan masif dalam mengelola sampah/limbah elektronik (e-waste) yang dilakukan Kodam Jaya dapat menjadi "role model" bagi instansi atau lembaga lain.
"Ini langkah yang sangat baik. Ada satuan kerja yang secara terstruktur menginisiasi dan menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Kodam Jaya bisa menjadi pionir sekaligus role model bagi instansi lain di Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Asep juga mengapresiasi program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang diinisiasi Kodam Jaya, sebagai langkah konkret mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi instansi lain di Jakarta.
Melalui program tersebut, Kodam Jaya mengumpulkan "e-waste" dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil di lingkungannya.
"Seluruh limbah elektronik kemudian diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Inisiatif ini digagas langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi," kata Asep.
Asep menjelaskan, sampah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya, salah satunya merkuri, yang berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Karena itu, pengumpulan dan pengelolaan "e-waste" secara terkontrol menjadi sangat penting.
Baca juga: Kodam Jaya-DLH DKI kelola 5,5 ton limbah elektronik
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodam Jaya, khususnya Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi atas kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan Jakarta secara berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap inisiatif tersebut terus berlanjut dan diperluas, tidak hanya pada pengelolaan "e-waste", tetapi juga pada berbagai program lingkungan lainnya.
Asep juga mengajak instansi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya untuk melakukan pengumpulan "e-waste" secara terstruktur di lingkungan masing-masing.
Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta berhasil menghimpun 5,5 ton limbah elektronik (electronic waste/e-waste) untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
"Sebanyak 5.598,2 kilogram 'e-waste' berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (16/2).
Deddy juga menyebutkan pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup.
"Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," katanya.
Baca juga: DKI kurangi 1.600 kilogram limbah B3 dan elektronik per tiga bulan
"Ini langkah yang sangat baik. Ada satuan kerja yang secara terstruktur menginisiasi dan menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Kodam Jaya bisa menjadi pionir sekaligus role model bagi instansi lain di Jakarta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Asep juga mengapresiasi program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang diinisiasi Kodam Jaya, sebagai langkah konkret mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi instansi lain di Jakarta.
Melalui program tersebut, Kodam Jaya mengumpulkan "e-waste" dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil di lingkungannya.
"Seluruh limbah elektronik kemudian diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Inisiatif ini digagas langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi," kata Asep.
Asep menjelaskan, sampah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya, salah satunya merkuri, yang berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Karena itu, pengumpulan dan pengelolaan "e-waste" secara terkontrol menjadi sangat penting.
Baca juga: Kodam Jaya-DLH DKI kelola 5,5 ton limbah elektronik
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodam Jaya, khususnya Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi atas kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan Jakarta secara berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap inisiatif tersebut terus berlanjut dan diperluas, tidak hanya pada pengelolaan "e-waste", tetapi juga pada berbagai program lingkungan lainnya.
Asep juga mengajak instansi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya untuk melakukan pengumpulan "e-waste" secara terstruktur di lingkungan masing-masing.
Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta berhasil menghimpun 5,5 ton limbah elektronik (electronic waste/e-waste) untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
"Sebanyak 5.598,2 kilogram 'e-waste' berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah B3. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (16/2).
Deddy juga menyebutkan pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup.
"Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," katanya.
Baca juga: DKI kurangi 1.600 kilogram limbah B3 dan elektronik per tiga bulan





