Bendung Duet Bomber Persija Jakarta Allano Lima dan Emaxwell, PSM Turunkan Trio Yuran, Lagator dan Aloisio

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — FAJAR, JAKARTA — Malam di Jakarta International Stadium selalu menghadirkan gema yang berbeda. Di stadion yang menjulang di pesisir Jakarta Utara itu, suara ribuan suporter seperti menyatu dengan angin laut, menggulung setiap langkah pemain yang berani menantang tuan rumah. Jumat malam, 20 Februari 2026, atmosfer itu kembali diuji ketika Persija Jakarta menjamu PSM Makassar dalam pekan ke-22 Super League 2025/2026.

Bagi Persija, laga ini bukan sekadar pertandingan rutin menuju akhir musim. Macan Kemayoran berdiri di peringkat ketiga dengan 41 poin, hanya terpaut tiga angka dari Persib Bandung yang memimpin klasemen dengan 44 poin. Kemenangan atas PSM berarti membuka jalan untuk menyamai sang rival dan menjaga napas dalam perburuan gelar. Dalam kompetisi yang kian menyempit, setiap poin seperti serpihan emas yang tak boleh tercecer.

Namun jalan Persija tidak sepenuhnya lapang. Dua pemain dipastikan absen saat laga penting ini digelar. Kapten tim, Rizky Ridho Ramadhani, harus menepi akibat akumulasi tujuh kartu kuning. Regulasi membuatnya tak punya pilihan selain menyaksikan rekan-rekannya dari pinggir lapangan. Sementara bek anyar asal Brasil, Paulo Ricardo, dibekap cedera setelah hanya sempat merumput singkat sebagai pemain pengganti pada laga sebelumnya melawan Bali United.

Pelatih kepala Mauricio Souza memilih merespons situasi ini dengan nada tenang. Ia tak ingin kehilangan fokus hanya karena dua nama penting tak tersedia. Dalam pandangannya, kompetisi panjang selalu menuntut kedalaman skuad. Absen adalah bagian dari dinamika musim. Ia percaya pemain lain memiliki kualitas yang cukup untuk menutup celah yang ditinggalkan.

Sikap Souza mencerminkan keyakinan bahwa Persija bukan sekadar bertumpu pada individu. Di lini depan, duet Allano Lima dan Emaxwell tetap menjadi ancaman utama. Keduanya menjadi poros serangan yang kerap memecah konsentrasi lawan. Allano dengan akselerasinya, Emaxwell dengan insting penyelesaian akhir yang tajam. Kombinasi itu membuat Persija produktif dalam beberapa pekan terakhir.

Namun di seberang lapangan, PSM datang bukan sebagai tamu yang pasrah. Pasukan Ramang memiliki catatan yang memberi kepercayaan diri tersendiri. Dalam lima pertemuan terakhir, PSM meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari Persija. Statistik itu memang tak menjamin apa pun, tetapi cukup menjadi pengingat bahwa duel ini selalu menyimpan kemungkinan tak terduga.

Pelatih PSM, Tomas Trucha, memahami kontras posisi klasemen kedua tim. PSM berada lebih jauh dari papan atas dan performanya musim ini cenderung naik turun. Namun ia menolak datang ke Jakarta sekadar untuk bertahan. Trucha melihat pertandingan ini sebagai titik balik, momen untuk mengubah cerita tandang yang selama ini kurang bersahabat bagi timnya.

Di kandang Persija, PSM memang tak terlalu dominan. Dari sepuluh lawatan terakhir, mereka hanya sekali menang, itupun pada 2016 dengan skor tipis. Selebihnya, tiga kekalahan dan enam hasil imbang menjadi catatan yang menggambarkan betapa sulitnya mencuri poin di stadion ini. Namun Trucha memilih menatap laga sebagai lembaran baru. Statistik, baginya, hanya cerita sebelum peluit pertama dibunyikan.

Untuk meredam agresivitas Allano dan Emaxwell, PSM menurunkan trio lini belakang yang diharapkan kokoh. Yuran Fernandes menjadi jangkar pertahanan, berduet dengan Aloisio Soares Neto. Di depan mereka, Dusan Lagator siap menjadi penyeimbang di lini tengah, memutus alur distribusi bola dan menjaga ritme permainan. Trio ini bukan hanya benteng, melainkan fondasi psikologis agar PSM tak mudah tertekan oleh gemuruh tribun yang berdiri dekat dengan lapangan.

Pemain muda Ananda Raehan pun menyuarakan kesiapan tim. Ia sadar Persija memiliki kedalaman dan dukungan publik yang masif. Tetapi bagi generasi muda PSM, laga seperti ini adalah panggung pembuktian. Tidak ada ruang untuk gentar ketika sejarah panjang kedua klub dipertaruhkan.

Pertandingan ini pada akhirnya bukan sekadar adu taktik antara Souza dan Trucha. Ia adalah pertemuan dua tradisi besar yang lahir dari era perserikatan, dua klub yang memanggul identitas kota dan kebanggaan suporternya. Di satu sisi ada ambisi menempel puncak klasemen. Di sisi lain ada tekad mengubah tren dan menjaga asa.

Malam akan turun perlahan di atas Jakarta International Stadium. Lampu sorot menyala, memantulkan bayang-bayang pemain yang berbaris memasuki lapangan. Di antara teriakan dan doa, pertandingan ini akan menjawab satu pertanyaan sederhana namun sarat makna. Siapa yang mampu menjaga konsentrasi paling lama, menahan tekanan paling kuat, dan memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Karena dalam sepak bola, sering kali bukan nama besar atau catatan masa lalu yang menentukan. Melainkan keberanian untuk bertarung pada sembilan puluh menit yang menentukan arah musim.

Susunan Pemain

ANDRITANY ARDHIYASA
26 THALES NATANAEL LIRA DE MATOS
17 ALLANO BRENDON DE SOUZA LIMA
21 JORDI AMAT MAAS
36 ADITYA WARMAN
41 ALAAEDDINE AJARAIE
70 GUSTAVO ALMEIDA DOS SANTOS
77 DONY TRI PAMUNGKAS
88 BRUNO NUNES DE BARROS
97 FABIO DA SILVA CALONEGO
99 EMAXWELL SOUZA DE LIMA

30 M REZA ARYA PRATAMA
2 ALOISIO SOARES NETO
4 YURAN FERNANDES ROCHA LOPES
8 SAVIO ROBERTO JULIAO FIGUEIREDO
9 ALEX DE AGUIAR GOMES
21 SHERIDDIN BOBOEV
24 MUH RIZKY EKA PRATAMA
40 GLEDSON PAIXAO DA SILVA
68 MUHAMMAD DAFFA SALMAN ZAHRAN SIDIK
88 ANANDA RAEHAN ALIEF
94 DUSAN LAGATOR


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NOC dan Menpora Respons Format Sepak Bola Asian Games 2026
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Richard Lee Diperiksa Polisi 9 Jam, Tidak Ditahan dan Langsung Pulang
• 11 jam lalukompas.com
thumb
IMA Dorong Sinergi Lintas Sektor Berantas Tambang Ilegal
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sikap anggota Board of Peace
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Link Live Streaming Chelsea vs Burnley di Premier League Besok Dini Hari
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.