Di bawah terik matahari Kudus, seorang kakek tampak setia berdiri di perempatan jalan. Di sampingnya, setumpuk buku, juz amma, dan kalender tersusun rapi.
Dengan langkah pelan namun pasti, Kakek Madekun (77 tahun) menawarkan dagangannya kepada para pengendara yang berhenti di lampu merah.
Madekun tinggal di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setiap hari, ia berangkat menuju perempatan jalan di kawasan Tugu Identitas Kudus yang berada di Desa Getas Pejaten. Di sana tempat ia menggantungkan harapan dari lembar demi lembar buku yang dijajakannya.
Dengan sepeda tuanya, ia mengayuh sejauh kurang lebih 10 kilometer. Perjalanan itu ditempuhnya sekitar 30 menit. Sesampainya di lokasi, ia memarkir sepeda di seberang Tugu Identitas Kudus, lalu menyeberang jalan untuk mulai menawarkan dagangannya kepada para pengguna jalan.
Setiap hari, Madekun berjualan mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB. Ia menjajakan kalender, buku sholawat, buku juz amma, buku tuntunan salat, serta buku mewarnai untuk anak-anak.
Satu per satu mobil yang melintas ia tawari. Sesekali, ia juga menghampiri pengendara sepeda motor yang berhenti di lampu merah. Tidak semua pengendara membeli. Namun, Madekun tak pernah memaksa. Ia juga tak berputus asa ketika dagangannya ditolak.
Di rumah, Madekun memiliki empat orang anak. Mereka sebenarnya telah menyarankan agar sang ayah beristirahat saja. Namun, ia memiliki pandangan berbeda.
”Saya tidak mau merepotkan anak. Selain itu kalau saya di rumah terus nanti badan saya malah tidak sehat karena kurang gerak,” katanya, Jumat (20/2).
Bagi Madekun, berjualan bukan semata soal penghasilan. Meski begitu, ia mengakui hasil yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam sehari, ia terkadang bisa membawa pulang Rp 100 ribu, bahkan lebih saat penjualan sedang ramai.
”Saya senang berjualan. Soal penghasilan sudah ada yang mengatur. Hal terpenting tetap istikharah,” ujarnya.
Penghasilan dari berjualan buku, juz amma, dan kalender itu digunakannya untuk kebutuhan makan sehari-hari, menabung, hingga bersedekah.





