Konversi Utang, BAJA Terbitkan 1 Miliar Saham Baru via Rights Issue

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi utang pokok dan bunga.

Konversi Utang, BAJA Terbitkan 1 Miliar Saham Baru via Rights Issue (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana menggelar rights issue yang disertai dengan skema konversi utang kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (SS).

Dalam keterbukaan informasi, Jumat (20/2/2026) perseroan akan menerbitkan maksimum 1 miliar saham baru. 

Baca Juga:
RUPS BABY Sepakati Rencana Akuisisi Emway dan Rights Issue

Di mana dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi utang pokok dan bunga BAJA kepada SS serta menambah modal kerja perseroan.

Adapun total piutang SS kepada BAJA tercatat sebesar Rp445,33 miliar, yang terdiri atas utang pokok Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar. 

Baca Juga:
Saham Anabatic (ATIC) Melonjak di Tengah Pengumuman Rights Issue

Utang tersebut berasal dari Perjanjian Kredit tertanggal 3 Oktober 2011 dengan nilai pokok pinjaman sebesar USD20,6 juta, yang telah beberapa kali diperpanjang hingga 3 Oktober 2026.

Dalam skema penyelesaiannya, SS akan mengambil bagian atas saham baru dalam PMHMETD I melalui mekanisme kompensasi piutang (debt to equity swap) senilai USD20,6 juta untuk pelunasan pokok utang. Sementara itu, pembayaran bunga akan dilakukan menggunakan dana tunai hasil rights issue.

Baca Juga:
ELPI Umumkan Rencana Rights Issue, Bakal Terbitkan hingga 2,03 Miliar Saham Baru

Sebagai bagian dari kesepakatan, SS juga menyetujui penghentian perhitungan dan penagihan bunga sejak 19 Februari 2026 hingga proses konversi piutang menjadi saham selesai dilaksanakan.

Manajemen menyebut, jumlah final saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, serta rincian penggunaan dana akan diungkapkan lebih lanjut dalam prospektus PMHMETD I.

Baca Juga:
Beli Aset Properti di Banyak Daerah, Hypermart (MPPA) Gelar Rights Issue Jumbo

Dalam pelaksanaan rights issue ini, Ibnu Susanto selaku salah satu pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 16,45 persen serta SS sebagai pihak terafiliasi akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).

Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Terkoreksi Usai Wall Street Melemah
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo-Trump Resmi Teken Perjanjian Dagang RI-AS
• 13 jam laludetik.com
thumb
Bapanas Minta Masyarakat Tak Khawatir Stok dan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran 2026
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia-AS Teken Tarif Resiprokal, Rosan Roeslani Ungkap MoU dengan Freeport | SAPA PAGI
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
3 Transportasi Alternatif ke Bandara Soetta Imbas KA Bandara Tertemper Truk di Poris, Ada DAMRI-Transjakarta
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.