Rupiah Menguat ke Rp16.888 per Dolar AS Usai RI-AS Teken Perjanjian Perdagangan Resiprokal

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.888 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.894 per dolar AS seiring sentimen positif kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat.

Penguatan rupiah terjadi setelah Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, Jumat.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, "Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam perjanjian tersebut terdapat 11 nota kesepahaman atau MoU serta pembentukan dewan ekonomi permanen antara kedua negara.

Menurutnya, kesepakatan juga mencakup penurunan tarif untuk ribuan pos produk serta komitmen pembelian energi dan pesawat sebagai bagian dari implementasi kerja sama.

Ibrahim menambahkan, "Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian," ujarnya.

Babak Baru Hubungan Ekonomi RI-AS

Penandatanganan dokumen di Washington DC menandai babak baru hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat yang selama ini ditopang perdagangan, investasi, serta kerja sama strategis Indo-Pasifik.

Perjanjian tersebut dinilai menjadi tonggak bersejarah dalam kemitraan kedua negara dan diyakini dapat memperkuat keamanan ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing.

Kerja sama ini juga diharapkan berkontribusi secara berkelanjutan terhadap kemakmuran global melalui peningkatan stabilitas perdagangan dan investasi.

Sentimen Global dan Data Ekonomi AS

Dari sentimen global, risalah rapat Federal Open Market Committee bulan Januari menunjukkan nada hati-hati namun cenderung hawkish yang memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi.

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk pekan yang berakhir pada 14 Februari dari 229 ribu sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan 225 ribu.

Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada Januari.

Pelaku pasar kini memfokuskan perhatian pada pembacaan awal Produk Domestik Bruto AS kuartal keempat, Pengeluaran Konsumsi Pribadi, serta data Indeks Manajer Pembelian Global S&P yang akan dirilis malam nanti.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia juga menguat ke level Rp16.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.925 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang ke-61 Dewan HAM PBB Pekan Depan Jadi yang Pertama Dipimpin RI
• 5 jam lalukompas.com
thumb
BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026, Tukar di Sini!
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
PSS Sleman Lawan Persipura, Laga Panas Persaingan Papan Atas Championship League
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI Percepat Pembangunan Jembatan Aramco Tanah Datar, Progres Capai 55 Persen
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Baru kepada Pengusaha India, Nilai Investasi Jateng Capai Rp88,50 Triliun
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.