Iran Siapkan Draf Kesepakatan Nuklir dengan AS, Rampung 2-3 Hari

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran akan segera menyerahkan rancangan kesepakatan nuklir kepada Amerika Serikat (AS). Draf tersebut diklaim siap dalam dua hingga tiga hari ke depan.

"Langkah selanjutnya bagi saya adalah mempresentasikan rancangan kesepakatan yang mungkin kepada rekan-rekan saya di AS. Saya percaya bahwa dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir oleh atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," kata Araghchi dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan secara daring, dilansir AFP, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: ⁠Ancaman Terbaru Iran ke Amerika Serikat

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran tak segera mencapai kesepakatan. Trump menyebut Iran memiliki waktu maksimal 15 hari untuk menyepakati solusi terkait program nuklirnya. Menanggapi hal tersebut, Araghchi membantah adanya ultimatum.

"Yah, saya harus mengatakan bahwa pertama-tama, tidak ada ultimatum. Kami hanya berbicara satu sama lain tentang bagaimana kami dapat mencapai kesepakatan yang cepat. Dan kesepakatan yang cepat adalah sesuatu yang diminati kedua belah pihak," kata Araghchi.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa waktu 10 hingga 15 hari sudah cukup baginya untuk memutuskan apakah akan melancarkan serangan terhadap Iran. Menurut Trump, rentang waktu tersebut merupakan "batas maksimal" yang ia berikan kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Baca juga: AS-Iran Terancam Perang! Trump Bakal Buat Keputusan 10 Hari ke Depan

"Kita akan mendapatkan kesepakatan, atau itu akan menjadi hal yang tidak menguntungkan bagi mereka," ujar Trump kepada para jurnalis di dalam pesawat Air Force One, Kamis (19/2).

Trump menegaskan Iran tidak boleh terus mengancam stabilitas kawasan dan harus segera mencapai kesepakatan. Ia kembali menekankan bahwa Iran harus dicegah untuk memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya semata-mata ditujukan untuk kepentingan sipil.

Trump juga memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" akan terjadi jika tidak tercapai kesepakatan nuklir yang substansial.




(eva/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy: Hanya Prabowo yang Teken Langsung Perjanjian Dagang dengan Trump
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Evakuasi Selesai, Perjalanan Commuter Line Stasiun Poris-Batu Ceper Aman Dilintasi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Ciptakan Generasi Qur’ani Sejak Dini, TP-PKK Luwu Utara Gelar Gebyar Ramadan Anak
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Terpuruk 6 Laga Tanpa Kemenangan, Madura United Berjuang Keluar dari Ancaman Zona Merah Jelang Derby Kontra Arema FC
• 15 jam lalubola.com
thumb
Bloomberg New Economy Forum di India, Jokowi Ngaku Tetap Puasa
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.