Ekonomi AS Melambat, Tumbuh 1,4 Persen di Kuartal Akhir 2025

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh melambat 1,4 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025.

Ekonomi AS Melambat, Tumbuh 1,4 Persen di Kuartal Akhir 2025 (Foto: dok AP)

IDXChannel - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh melambat 1,4 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025. Angka ini jauh di bawah kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,4 persen.

Melansir Investing, Jumat (20/2/2026) perlambatan ekonomi AS terjadi di tengah dampak penutupan sebagian pemerintahan federal atau government shutdown yang berkepanjangan disertai pelebaran defisit perdagangan, meski lonjakan belanja modal berbasis kecerdasan buatan (AI) masih menopang aktivitas.

Baca Juga:
The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Sebut Ada Sinyal Prospek Ekonomi AS

Berdasarkan estimasi awal produk domestik bruto (PDB) riil dari US Bureau of Economic Analysis (BEA), menyebut terhentinya alokasi anggaran menyebabkan sejumlah lembaga federal tutup sementara dan sebagian pegawai dirumahkan. 

Meskipun dampak penuh shutdown tidak dapat dipisahkan secara spesifik dalam data, BEA memperkirakan penurunan layanan pemerintah federal memangkas sekitar satu poin persentase terhadap pertumbuhan PDB riil kuartal IV.

Baca Juga:
Trump Pede Ekonomi AS Tumbuh 15 Persen Jika Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, Paul Ashworth menilai, dampak shutdown terhadap ekonomi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun, dia memperkirakan penurunan tersebut berpotensi berbalik pada kuartal I-2026 seiring normalisasi aktivitas pemerintah.

Selain shutdown, pelebaran defisit perdagangan pada Desember dipicu turunnya ekspor emas turut membebani kinerja ekonomi. 

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Data Ekonomi AS yang Lemah

Impor meningkat pada bulan tersebut, didorong pembelian peralatan digital dari luar negeri, meski tarif luas yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump masih berlaku. Namun secara keseluruhan kuartal IV, impor yang menjadi pengurang dalam perhitungan PDB sebenarnya menurun.

Dari sisi domestik, sektor kesehatan membantu menopang konsumsi rumah tangga dan pasar tenaga kerja. Perekrutan di sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan lapangan kerja pada Januari. Meski demikian, belanja konsumen riil secara tahunan melambat menjadi 2,2 persen dari 3,4 persen pada periode sebelumnya.

Analis Morgan Stanley menilai, laporan PDB kuartal IV menegaskan perlambatan bertahap permintaan domestik. Pada beberapa periode tahun lalu, perlambatan tersebut sempat tertutupi oleh fluktuasi besar pada persediaan dan impor.

Di sisi lain, lonjakan belanja riset dan pengembangan (R&D) menjadi jangkar pertumbuhan, mencerminkan derasnya investasi pada infrastruktur AI seperti pusat data.

Secara tahunan, PDB riil AS tumbuh 2,2 persen sepanjang 2025, lebih rendah dibandingkan kenaikan 2,8 persen pada 2024.

Tekanan juga datang dari sisi inflasi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti yang menjadi acuan utama Federal Reserve naik 0,4 persen secara bulanan pada Desember, lebih tinggi dari 0,2 persen pada November dan di atas ekspektasi 0,3 persen. 

Secara tahunan, PCE inti meningkat 3,0 persen melampaui perkiraan 2,9 persen dan lebih tinggi dari 2,8 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, PCE headline naik 0,4 persen secara bulanan dan 2,9 persen dibandingkan Desember 2024.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal lengkap Persija Jakarta melawan PSM malam ini
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Bos FIFA Infantino Hadir di KTT Board of Peace, Apa Urusannya?
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
RI Ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF di Gaza
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Duel Pelatih Persija Vs PSM di BRI Super League: Mauricio Souza Vs Tomas Trucha
• 17 jam lalubola.com
thumb
BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat Landa 9 Provinsi Hari Ini
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.