Seskab Teddy: Prabowo Satu-satunya Kepala Negara Gelar Bilateral Bareng Trump Usai Teken Tarif Resiprokal

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, usai menandatangani perjanjian perjanjian tarif timbal balik atau tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART).

Penandatanganan perjanjian itu dilakukan langsung Presiden Prabowo dan Presiden Trump di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

"Jadi kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/1/2026).

Baca juga: Seskab Teddy Sebut Tarif Resiprokal 19 Persen AS Bisa Turun Lagi: Kita Tunggu Saja

Padahal, menurut Teddy, ada sekitar 15 kepala negara dalam forum yang digelar di AS tersebut.

Namun, hanya Prabowo yang melakukan pertemuan bilateral dengan Trump.

"Jadi kemarin ada lebih dari 15 kepala negara dan pemerintah begitu ya," ucapnya.

Lebih lanjut, Teddy kembali menyampaikan sejumlah poin perjanjian tarif dagang yang disepakati Prabowo dan Trump.

Dalam perjanjian itu menyepakati bahwa tarif impor yang dikenakan AS untuk barang Indonesia sebesar 19 persen.

Angka tersebut turun jauh dari yang awalnya 32 persen.

Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Diplomasi Personal Prabowo Jadi Kunci Penurunan Tarif Masuk AS 19 Persen

"Dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen menjadi 19 persen begitu ya," tutur Teddy

Poin kedua, ia mengatakan ada 1.819 produk yang dikenakan tarif 0 persen.

Mayoritas komoditas itu ada di sektor pertanian dan industri.

"Yang kedua, ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri. Kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semikonduktor," tuturnya

Di kesempatan yang sama, Teddy pun menyebut angka perjanjian tarif dagang AS untuk Indonesia bisa kembali turun.

Sebab, dalam pertemuan bilateral antara Prabowo dan Trump turut membahas banyak hal.

Namun, ia meminta publik menunggu.

Tetapi, ia berharap kesepakatannya bisa menjadi lebih baik.

Baca juga: Prabowo Setuju 20 Poin Perdamaian Gaza dari Trump, Apa Isinya?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Setelah pelaksanaan penandatanganan, kemudian Presiden Prabowo dan Presiden Trump melaksanakan pertemuan, kurang lebih sekitar 30 menit. Tentunya banyak pembicaraan di sana," ujar Teddy.

"Dan, kita tunggu. Mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia. Kita tunggu saja," lanjut dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir, Macet, dan Polusi Masih Jadi Masalah
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Iran Kirim Surat ke Sekjen PBB, Ancam Respons Tegas Jika Diserang AS
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hotel Indigo Bandung Hadirkan Pengalaman Buka Puasa Lintas Budaya
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo di Washington DC: Tegaskan Two-State Solution dan Kesiapan Indonesia Dukung Misi Perdamaian Gaza
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Momen Prabowo Hadiri Rapat Perdana Board of Peace
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.