TABLOIDBINTANG.COM - Program LIGHTweight Challenge (LWC) 2025 resmi berakhir setelah berlangsung selama 12 minggu sejak Oktober 2025. Kompetisi penurunan berat badan yang digagas oleh LIGHThouse Clinic sejak 2014 ini melibatkan 22 peserta, dan tiga di antaranya keluar sebagai pemenang dengan capaian penurunan berat badan antara 18 hingga 23 persen dari bobot awal. Ajang tahunan tersebut tak sekadar menjadi lomba transformasi fisik, tetapi juga ruang pembelajaran tentang nutrisi dan perubahan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Salah satu pemenang, Feybe Arsella Manoppo, mengaku sempat mengalami kenaikan berat badan drastis usai melahirkan pada 2024. Sebagai ibu sekaligus pegawai, ia merasa perubahan bentuk tubuhnya memengaruhi rasa percaya diri. Selama mengikuti program, wanita 32 tahun itu berhasil memangkas lebih dari 14 kilogram atau setara 23 persen dari berat badan awal. Lingkar perutnya pun menyusut hingga 17 sentimeter.
“Saya mengalami kenaikan berat badan secara drastis setelah melahirkan pada 2024. Setelah BB naik drastis bagian paha, lengan, dan perut naik size-nya dan ini membuat saya merasa insecure. Saya sudah coba berbagai cara untuk turunkan BB disertai olahraga, namun tidak berhasil. Saat menjalani program diet bersama LIGHThouse, saya merasa menemukan tempat yang tepat untuk memandu saya melakukan program penurunan berat badan yang selama ini terasa mustahil,” cerita Feybe.
Menurutnya, pendampingan selama 12 minggu membuatnya tidak hanya turun berat badan, tetapi juga memahami komposisi nutrisi dan membangun kebiasaan makan yang lebih terkontrol.
Perubahan signifikan juga dialami Herfiena Oshita. Wanita 37 tahun itu sempat memiliki berat badan hingga 103 kilogram akibat kebiasaan makan berlebih saat stres. Dampaknya, aktivitas harian terganggu hingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Setelah mengikuti program, berat badannya turun lebih dari 19 kilogram atau lebih dari 19 persen dari bobot awal.
“Saya memiliki kebiasaan makan berlebih saat sedang stress tinggi, akibatnya BB saya naik hingga hingga 103 kg. Sejak saat itu, saya merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, mobilitas terganggu, menstruasi tidak teratur. Setelah menjalani program diet di LIGHThouse Clinic, dan berhasil turun bb, perubahan ini drastis buat saya dan saya bangga dengan pencapaian ini,” ujar Herfiena.
Ia menambahkan bahwa bimbingan ahli gizi memberinya bekal menghadapi Ramadan. “Mengikuti coaching dari Ahli Gizi di LIGHThouse Clinic memberikan saya pemahaman yang baik terkait nutrisi makanan, ini bekal yang baik karena sudah menjelang bulan Ramadan, dulu saat Ramadan saya bisa kalap, tapi sekarang saya sudah lebih memahami makanan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi.”
Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, menegaskan bahwa tantangan penurunan berat badan kini semakin kompleks, dipengaruhi faktor internal maupun eksternal, termasuk derasnya informasi nutrisi di media sosial. “Di LIGHThouse, kami paham dengan segala tantangan tersebut dan untuk itu kami selalu siap memberikan pendampingan pada pasien dalam melakukan perjalanan penurunan berat badannya, dengan tujuan agar pasien mampu membentuk pola pikir baru dan kebiasaan sehat jangka panjang," jelasnya.
Dalam program LW12 (LIGHTweight 12 Minggu), peserta dibimbing oleh dokter, ahli gizi, dan psikolog. Pendampingan ini disertai pemberian suplemen sesuai kebutuhan masing-masing peserta, dengan tujuan membangun defisit kalori yang konsisten sekaligus membentuk kebiasaan baru agar hasilnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Tips Jaga Berat Badan saat Ramadan
Berakhirnya LWC 2025 bertepatan dengan datangnya bulan Ramadan. Perubahan pola makan saat puasa dinilai menjadi fase krusial dalam mempertahankan hasil diet. Manajemen LIGHThouse Clinic membagikan sejumlah panduan sederhana, di antaranya mengonsumsi makanan tinggi protein dan berkuah saat sahur, serta menghindari gorengan dan makanan berlemak saat berbuka. Berikutnya, Blbagi penderita GERD, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan penghasil gas.




