Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Rp4,1 Triliun dari Proyek Pipa Gas Transmisi Dumai-Sei Mangkei

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen baja PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) mengantongi potensi nilai kontrak sekitar Rp4,1 triliun dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem).

Proyek pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 541 kilometer dari Sei Mangkei hingga Dumai ini digarap melalui anak usaha perseroan, PT Krakatau Pipe Industries.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio KRAS Hernowo mengatakan total investasi proyek mencapai Rp6,3 triliun, dengan sekitar 60%–65% dialokasikan untuk material pipa yang seluruhnya dikontrak kepada Krakatau Steel Group.

“Nilai kontrak yang mengalir ke KRAS melalui material pipa dari proyek ini diperkirakan berada di kisaran Rp4,1 triliun,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Total kebutuhan pipa untuk proyek ini mencapai sekitar 83.000 ton, seluruhnya dipasok oleh Krakatau Pipe Industries. Pengiriman dilakukan bertahap melalui jalur darat dan laut, dengan kapasitas angkut kapal sekitar 4.000 ton per pengiriman.

Perseroan menargetkan seluruh suplai pipa dapat dirampungkan tahun ini, sehingga proses pemasangan oleh konsorsium kerja sama operasi (KSO) berjalan sesuai jadwal agresif pemerintah. Pasalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada 2027 dan mulai beroperasi penuh pada 2028.

Baca Juga

  • Krakatau Steel (KRAS) Prediksi Kebutuhan Baja untuk Industri Galangan Kapal Melonjak
  • Danantara Pacu Pabrik Slab Krakatau Steel (KRAS), Tekan Impor Baja
  • Bos Krakatau Steel Blak-blakan RI Perangi Dumping Baja Malah Dikriminalisasi

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan pengerjaan proyek masih berada dalam timeline yang tepat.

“Kita harapkan nanti rencananya ada first welding di pertengahan Maret,” ujarnya.

Jalur pipa ini menjadi infrastruktur vital yang akan mengintegrasikan jaringan transmisi gas dari Sumatra hingga Jawa. Pipanisasi Dusem merupakan bagian dari jaringan gas bumi Duri–Belawan dan akan menyalurkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman ke Jawa.

Menurut Laode, proyek ini akan menciptakan efisiensi energi nasional sekaligus mendukung transisi energi yang lebih bersih.

“Kalau ini sudah terbangun, Krakatau Steel Group sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa sebagai bagian dari ketahanan energi nasional,” katanya.

Selain proyek Dusem, KRAS juga menargetkan kinerja keuangan tetap positif tahun ini seiring mandat hilirisasi dari Danantara. Perseroan diminta terlibat dalam proyek pengolahan pasir besi dan bijih besi menjadi baja, serta pengembangan stainless steel berbasis nikel.

“Tahun lalu kinerja sudah hijau, selanjutnya tidak boleh merah lagi,” imbuh Hernowo.

Hingga kuartal III/2025, KRAS membukukan laba bersih sebesar US$24 juta. Kinerja tersebut ditopang efektivitas restrukturisasi kewajiban, efisiensi operasional, serta keberhasilan program pelunasan dipercepat dengan skema haircut yang memperbaiki struktur keuangan perseroan secara signifikan.

------------------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eskalasi Meningkat di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Perkuat Personel
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reformasi Pasar Modal, BEI Fokus Naikkan Free Float dan Ungkap Data Pemegang Saham 1 Persen
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Tak Ditahan usai Diperiksa 12 Jam Lebih, Richard Lee: Semua Produk Saya Legal
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Penganiayaan Akibat Suara Drum Naik Penyidikan, Polisi Kumpulkan Bukti
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Ngabuburit Jam Berapa? Simak Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.