jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu postur anggaran di kementerian pendidikan.
Lalu bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto justru menambah anggaran pendidikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Penambahan anggaran itu difokuskan pada peningkatan sarana prasarana, mutu, dan kesejahteraan guru.
BACA JUGA: Lalu Hadrian Irfani: Sudah Seharusnya Pemèrintah Menaikkan Gaji Guru Honorer
"Anggaran MBG tidak mengganggu amggaran pendidikan, Presiden justru menambah anggaran pendidikan melalui ABT, dan fokus peningkatan sarpras, mutu, dan kesejahteraan guru," kata Lalu saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
Lalu menjelaskan dalam berbagai rapat kerja (raker) Komisi X DPR RI dengan pemerintah, dalam hal ini kementerian-kementerian pendidikan, ditegaskan jika anggaran pelaksanaan MBG terpisah dengan anggaran pendidikan.
BACA JUGA: Lalu Hadrian Irfani Dorong Pengembangan Pariwisata dan Pertanian Terintegrasi
Dalam rapat itu juga, para menteri di bidang pendidikan menegaskan bahwa MBG memperkuat pendidikan karakter melalui peningkatan makanan bergizi dan berkualitas bagi siswa dalam rangka melaksanakan program ketujuh kemdikdasmen, yaitu Indonesai Hebat.
"Terkait dengan MBG, memang di postur APBN itu tertulis MBG masuk ke dalam postur anggaran pendidikan, tetapi setelah kami rapat kerja berkali-kali bahwa ternyata tujuan MBG itu sebenarnya untuk kepentingan pendidikan," ucapnya.
BACA JUGA: Maju Jadi Caleg DPR, Lalu Hadrian Irfani Berikhtiar Memajukan Pendidikan
Oleh karena itu, Legislator dari Fraksi PKB ini menekankan Komisi X DPR RI mendukung penuh program MBG. Apalagi, kata Lalu, MBG pada prinsipnya mendukung kemajuan pendidikan nasional.
Di sisi lain, Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan iktikad baiknya dalam meningkatkan taraf hidup guru. Lalu berharap komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas negara.
"Terpenting sekarang bagaimana iktikad baik pemerintah untuk pertama PR kita adalah kesejahteraan guru, kesejahteraan guru ini tentu harus jadi prioritas utama yang dipikirkan," kata dia.
Tak hanya itu, Lalu pun menyinggung penambahan anggaran untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp181 triliun. Belum lagi tambahan anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan.
"Jadi, jangan salah persepsi bahwa setelah kami dalami setelah koordinasi dengan kementerian di bidang pendidikan ternyata dengan adanya MBG tidak mengganggu anggaran di kementerian-kementerian pendidikan, justru Presiden menambah anggaran di pendidikan, untuk peningkatan sarana prasarana, peningkatan mutu, kemudian peningkatan kesejahteraan guru," katanya.
Menutup pernyataannya, Lalu kembali menegaskan bila pelaksanaan MBG tidak mengganggu postur anggaran pendidikan. Dia bahkan mendukung MBG selama memiliki tujuan baik untuk kemajuan pendidikan nasional.
"Tidak mengganggu, justru dengan adanya MBG, memperkuat tujuan pendidikan nasional kita, setelah kami rapat berkali-kali, jadi postur anggaran pendidikan di tambah," tegasnya.(fri/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




