RI-AS Teken Kesepakatan Dagang Bidang Migas Senilai USD15 Miliar

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani kesepakatan dagang strategis di bidang minyak dan gas senilai USD 15 miliar. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, kami dari ESDM akan membelanjakan kurang lebih USD15 miliar, terdiri dari membeli BBM jadi, elpiji, dan sudah barang tentu ini merupakan langkah sejarah baru," kata Bahlil yang dikutip dari program Breaking News Metro TV, Jumat, 20 Februari 2026.

Pembelanjaan tersebut, dilakukan di Amerika Serikat. Menurut Bahlil, bukan berarti hal itu akan menambah volume impor Indonesia. "Kita menggeser volume impor kita dari beberapa negara," kata Bahlil.

Kerja sama ini juga mencakup peningkatan porsi impor elpiji dari Amerika Serikat yang semula 57% menjadi 70%. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Ini kan (impor BBM) hanya main switch saja dari negara lain ke Amerika. Dan apalagi kan kalau kita masuknya dengan tarif 0% ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya," kata Bahlil.
  Baca juga: Dubes AS Sebut Indonesia Pasar Penting dalam Perjanjian Dagang Timbal Balik
Selain perdagangan komoditas, kesepakatan ini membuka peluang besar bagi investor Amerika Serikat untuk masuk ke sektor mineral kritis seperti nikel, logam tanah jarang, dan tembaga. Bahlil menyatakan Indonesia tetap konsisten pada kebijakan hilirisasi.

"Jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Mereka harus membangun smelter atau pemurnian di Indonesia, kemudian hasilnya baru bisa diekspor ke Amerika," tegas Bahlil.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memastikan bahwa seluruh proses pengadaan energi dari AS akan dilakukan melalui mekanisme tender dan biding yang transparan. 

"Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa, mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka," tegas Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Menurut Simon, kerja sama dengan Amerika Serikat murni terkait bisnis. Sehingga, pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Ini yang terus kami lakukan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat dan tentunya terbuka, transparan," tegas Simon.

Pihaknya menunggu finalisasi kerja sama selama 90 hari ke depan. Sehingga, proses dapat dijalankan sesuai prosedur.

"Dan kami pastikan bahwa proses yang sudah berjalan selama ini yang tentunya Pertamina juga dalam semangat untuk meningkatkan, untuk transformasi tata kelola, agar tata kelola lebih baik," kata Simon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Melulu dari Luar Negeri, Satu-satunya Pemain Lokal di Jajaran Top Skor Liga 2 Ini juga Layak Dipantau untuk Timnas Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga CPO Melemah di Tengah Penguatan Ringgit
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengusaha Buka Suara Soal Nasib Minimarket Setelah Ada 80.000 Kopdes Merah Putih
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hujan Deras Semalaman: Banjir Landa 46 Titik di Jakarta
• 18 jam lalunarasi.tv
thumb
13 Perempuan Jabar Jadi Korban TPPO, Dedi Mulyadi Akan Terbang Langsung ke Sikka NTT untuk Jemput
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.