JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan membelanjakan 15 miliar dolar Amerika Serikat (USD) untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jadi, liquefied petroleum gas (LPG), dan minyak mentah (crude) dari Amerika Serikat (AS).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Bahlil mengatakan pembelian BBM hingga LPG dari AS itu akan saling menguntungkan kedua negara.
"Dalam praktiknya nanti, pembelian ini sudah tentu akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan, baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan badan usahanya, maupun dari pihak Indonesia," ujar Bahlil dalam jumpa pers di Washington pada Jumat (20/2/2026) WIB, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Dia juga menegaskan pembelian BBM hingga LPG dari AS itu bukan berarti Indonesia akan menambah volume impor.
"Namun, kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East (Timur Tengah), maupun ada beberapa negara di Afrika," terangnya.
Baca Juga: Kesepakatan Dagang Prabowo-Trump Rampung, Ini Rincian Aturan Tarif hingga Operasi Freeport-Boeing
Bahlil menekankan neraca komoditas pembelian BBM dari luar negeri tetap sama, hanya digeser. Ia mengungkapkan Indonesia juga sudah melakukan impor dari AS sebelumnya, misalnya LPG.
"Kita tahu bahwa impor kita cukup besar di LPG, kurang lebih sekitar 7 juta ton per tahun, dan salah satu yang selama ini sudah kita lakukan juga adalah sebagian kita ambil dari Amerika, tapi volumenya kita akan naikkan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo dan Presiden Trump mengesahkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Antara
- menteri esdm
- bahlil lahadalia
- kesepakatan indonesia as
- agreement on reciprocal trade
- Prabowo Subianto
- Donald Trump





