VIVA –Solat hajat menjadi salah satu solat sunah yang dianjurkan dikerjakan terutama ketika kita memiliki hajat atau keinginan. Baik terkait dengan kemaslahatan agama maupun dunia.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak meminta kepada selain Allah. Melaksanakan solat ini merupakan bukti konkret dari tawakkal (berserah diri) seorang hamba.
Melansir situs resmi yayasan Syekh Ali Jaber, para ulama sepakat bahwa solat hajat memiliki kedudukan yang penting dalam tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan pemenuhan kebutuhan spiritual. Berikut ini beberapa fadilah atau keistimewaan solat hajat.
1. Menumbuhkan rasa tenang dan optimis
Salah satu manfaat terbesar yang langsung terasa adalah ketenangan hati. Ketika kita memahami keutamaan solat hajat secara mendalam kita akan menyadiri bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Keyakinan Allah akan mendengar doa kita akan melahirkan optimisme baru dalam menjalani hidup.
2. Jalan keluar dari Kesulitan
Banyak kisah nyata dimana seseorang menemukan solusi tak terduga ketika rutin menjalankan solat hajat di sepertiga malam terakhir
3. Mengangkat derajat di sisi Allah
Dengan memperbanyak salat sunnah, termasuk salat hajat, Allah akan mencintai hamba tersebut. Jika Allah sudah mencintai hamba-Nya, maka pendengaran, penglihatan, dan doanya akan Allah bimbing dan kabulkan.
Waktu Pelaksanaan Solat Hajat
Kita bisa mengerjakan solat hajaat kapan saja kecuali pada waktu-waktu terlarang untuk solat seperti setelah subuh hingga matahari terbit atau setelah asar hingga matahari terbenam. Di satu sisi, ulama sangat menganjurkan pelaksanaan solat hajat pada sepertiga malam terakhir berbarengan dengan waktu salat tahajud. Sebab di waktu-waktu ini disebut menjadi waktu mustajab dimana Allah turun ke langitu dunia.
Tata Cara Pelaksanaan Solat Hajat
Berikut ini panduan tata cara pelaksanaan solat hajat:
1. Niat solat hajat
Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat salat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Melaksanakan Salat Dua Rakaat
Lakukan salat seperti salat sunnah pada umumnya.
- Rakaat Pertama: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah: 255) atau Surah Al-Kafirun.
- Rakaat Kedua: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.





