Gaikindo Sikapi Agrinas Impor Pikap India: Kapasitas Produksi Lokal Masih Besar

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai kapasitas industri otomotif nasional masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap, di tengah rencana Agrinas Pangan Nusantara yang mengimpor pikap dari India.

Padahal, kendaraan niaga ringan jenis pikap dalam wujud kecil hingga medium merupakan salah satu produk unggulan dalam negeri. Tak cuma memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga ekspor.

Kukuh mengatakan, secara fasilitas dan ekosistem, industri dalam negeri masih sangat kuat. Terlebih kapasitas produksi otomotif yang belum terpakai sepenuhnya.

"Jadi kapasitas kita masih cukup, kapasitas, fasilitas, dan sebagainya dan ada pelaku baru yang sedang bangun pabrik. Ekosistem secara keseluruhan kan ada komponen juga, satu mobil bisa sampai 20 ribu lebih komponennya, itu semua ada di sini," katanya saat dihubungi kumparan, Jumat (20/2).

Lanjutnya, secara umum optimasi produksi hampir mendekati 70 persen dari total kapasitas terpasang yang mencapai 2,35 juta unit per tahun. Khusus segmen kendaraan niaga bahkan utilisasi pabrik berada di kisaran setengah kapasitas produksi.

"Rata-rata kapasitasnya baru mungkin 51 sampai 55 persen," terangnya.

Di sisi lain, serapan kendaraan komersial buatan negeri sendiri juga memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi, terutama di sektor distribusi dan logistik. Sebab tak hanya berhenti pada proses penjualan, tetapi juga menggerakkan sektor lapangan kerja.

"Kemudian penggunaannya dipakai untuk distribusi, logistik itu kan banyak. Dan beli mobil itu enggak jual putus, perlu jaringan, kemudian purna jual, dari situ industrinya hidup," tambah Kukuh.

Pada 2025 lalu, segmen ini berpengaruh bersar terhadap total penjualan mobil. Berdasarkan data ritel Gaikindo, penjualan segmen pikap dengan Gross Vehicle Weight (GVW) kurang dari 5 ton mencapai 110.574 unit dengan kontribusi 13,3 persen.

Angka tersebut mengalami lonjakan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 103.893 unit dengan pangsa pasar terhadap total penjualan sebesar 11,7 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Catat Defisit Perdagangan Barang Rp21.000 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Banjir Kepung Ulujami Jakarta Selatan pada Jumat Pagi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kedaulatan Teknologi Jadi Fondasi Pengembangan Mobil Nasional
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari ini 21 Februari 2026
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tebar Kebaikan, Bhayangkari di Pangkep Bagi Takjil untuk Pengendara Jalan
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.