Potensi Hujan Lebat Intai Lombok Barat hingga Akhir Februari

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status awas potensi curah hujan tinggi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian III Februari 2026 atau periode 21 sampai 28 Februari 2026.

"Level awas di Lombok Barat tersebut spesifik merujuk ke Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada," kata prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Jumat, 20 Februari 2026, melansir Antara.

Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen terjadi di Kota Mataram, sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian kecil Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Peta peringatan dini curah hujan tinggi di Nusa Tenggara Barat pada dasarian III Februari 2026. ANTARA/HO-BMKG

BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 80 hingga lebih dari 90 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Dengan adanya potensi hujan intensitas tinggi pada akhir Februari, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem," ucap Nindya.

Baca Juga :

Sejumlah Wilayah di Kota Bekasi Terendam Banjir Akibat Hujan Deras
Selain status awas, BMKG mencatat ada sejumlah daerah masuk dalam level siaga hujan lebat pada dasarian III Februari 2026. Daerah siaga curah hujan tinggi tersebut antara lain Kecamatan Gunungsari, Kediri, dan Lingsar di Lombok Barat; Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Jonggat, dan Pringgarata di Lombok Tengah; Kecamatan Tanjung di Lombok Utara; serta Kecamatan Sandubaya di Kota Mataram.

Nindya mengungkapkan dampak yang perlu diantisipasi oleh masyarakat berupa angin kencang, banjir, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai. Ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap lancar guna meminimalkan risiko genangan maupun luapan air saat hujan lebat terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air," jelas Nindya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takalar Jadi Pelopor Pramuka Digital, Mabicab Resmikan Sistem Gudep Modern
• 26 menit laluharianfajar
thumb
TPA Terancam Penuh 2028, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Sampah Indonesia?
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Tuntut Hukuman Mati Enam Terdakwa, Kejagung Tegaskan Mereka Sadar Selundupkan Dua Ton Sabu di Perairan Kepri
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Hingga Pekan Kelima Putaran Kedua BRI Super League, Arema FC Masih Simpan Satu Gelandang Asing
• 19 jam lalubola.com
thumb
Erick Thohir Tanggapi Tudingan Media Malaysia Jadi Dalang Sanksi FIFA 7 Pemain Naturalisasi Harimau Malaya
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.