Terdakwa Demo Agustus Ngaku Disebut Koruptor dan Dipukuli Saat Ditangkap

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan penghasutan demonstrasi Agustus 2025, Khariq Anhar mengaku dipukuli polisi saat ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 29 Agustus 2025.

Hal itu diungkapkan Khariq dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kemayoran, Jumat (20/2/2026).

"Enggak ada pernyataan yang disampaikan (saat penangkapan). Terus dibilang 'koruptor' dan terus ketika di dalam (mobil) saya kan dipukulin. Jadi memang saya sudah dalam ketakutan dan ditanya-tanya," ujar Khariq.

Baca juga: Terdakwa Penghasutan Demo Agustus Ungkap Lihat dan Rekam Kekerasan Polisi ke Demonstran

Menurutnya, polisi saat itu sempat bertanya apakah Khariq kenal dengan Delpedro Marhaen atau tidak.

Selain itu ada sejumlah nama lain yang ditanyakan kepadanya.

"Mungkin ada nama-nama lain, saya bilang enggak kenal sama sekali. Hanya sebatas itu di mobil," jelasnya.

Saat menangkapnya, polisi tidak membawa surat perintah penangkapan.

Seingatnya surat itu baru disampaikan di kantor polisi.

"Itu pun saya enggak bisa baca begitu karena memang saya kurang tahu hukum waktu itu," tutur Khariq.

Ia juga mengaku baru tahu tuduhan apa yang disangkakan kepadanya saat penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca juga: Terdakwa Demo Agustus Akui Unggah Ajakan Unjuk Rasa di Instagram

Ditangkap saat akan pulang ke Riau

Dalam persidangan, Khariq juga menyampaikan bahwa ia turut serta dalam demonstrasi 28 Agustus 2025 karena diajak oleh kawannya yang merupakan anggota Partai Buruh.

Pada 25 dan 26 Agustus, Khariq masih berada di Bandung. Lalu, 27 Agustus Khariq berada di Jakarta dan hendak pulang ke kampung halaman di Pekanbaru, Riau.

"Waktu itu sebenarnya, tanggal 27 (Agustus) saya mau langsung pulang ke Pekanbaru jadi mau pesan tiket. Tapi enggak jadi karena dikabari oleh kawan saya dari Partai Buruh untuk besok meliput gitu," kata Khariq.

"Jadi karena kami juga salah satunya berfokus untuk meliput aksi kejadian nyata, jadi di hari itu saya diminta, ya sudah sehari saja saya ikut. Dan siang harinya saya baru berangkat bareng dari kawan-kawan Partai Buruh ke lokasi aksi pada tanggal 28," lanjutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Khariq bilang, saat itu ia tidak bergabung dengan mahasiswa atau kelompok lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ponsel Pedagang Diduga Disita Panitia Dandangan Kudus, Polisi Periksa Saksi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Vatikan Menolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Daftar Lengkap Tim yang Lolos Delapan Besar ACL 2, Ada Klub Pratama Arhan
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Serap Ratusan Ribu Pekerja Jadi Bukti Nyata Topang Kesejahteraan Indonesia
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Peruri Serahkan Ambulans untuk Kodim 0604/Karawang di Hari Pertama Ramadan 2026
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.