JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai anomali cuaca di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, bertepatan dengan fase awal bulan Ramadan 2026.
Prakirawan BMKG, Yuni Maharani, mengonfirmasi fenomena atmosfer memicu pembentukan awan konvektif secara masif.
"Monsun Asia masih diperkirakan aktif dan memberikan suplai masa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia," kata Yuni merujuk pada prospek cuaca sepekan ke depan.
BMKG memetakan sejumlah faktor penggerak cuaca sepekan ini. Kondisi global menunjukkan fase La Nina memicu pertumbuhan awan hujan, merambah kawasan Indonesia bagian timur. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) juga memperlihatkan eksistensinya di fase Indian Ocean.
Faktor tersebut berpadu dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator yang mengudara di atas perairan Bengkulu, Laut Jawa, hingga Samudra Hindia. BMKG turut mendeteksi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Daya Banten dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 21 Februari 2026: 7 Wilayah Diprediksi Hujan Petir, Termasuk Jakarta
Gabungan fenomena ini sebelumnya telah menghasilkan curah hujan kategori ekstrem pada rentang 17-19 Februari 2026.
BMKG mencatat rekor curah hujan harian melanda Sumatera Barat (176,3 mm), Aceh (130,9 mm), Bengkulu (129,6 mm), Bali (108,5 mm), dan Kalimantan Barat (90,1 mm).
Memasuki periode 20 hingga 22 Februari 2026, BMKG menetapkan status siaga untuk belasan provinsi. Wilayah-wilayah ini menghadapi ancaman hujan berintensitas lebat, kilat, serta embusan angin kencang:
- Banten
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Barat
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
Pada periode yang sama, BMKG memantau peningkatan hujan berintensitas sedang merambat ke Aceh, Kepulauan Riau, Jakarta, hingga Papua Selatan. BMKG juga merilis peringatan angin kencang untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Lampung, hingga Sulawesi Selatan.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- cuaca Indonesia
- BMKG
- prakiraan cuaca sepekan
- cuaca ekstrem
- awal Ramadan 2026
- peringatan dini BMKG





