Guyuran Pasokan Cabai di Pasar Agar Harganya Tak Melonjak saat Ramadan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga cabai baik keriting maupun rawit naik pada awal Ramadan 2026. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menemukan kenaikan harga komoditas tersebut saat mengecek langsung ke Pasar Jatinegara.

Per Jumat (20/2), harga cabai keriting tercatat sebesar Rp 60.000 per kilogram, sementara cabai rawit berada di rentang Rp 120.000 hingga Rp 140.000 per kilogram. Mengenai penyebab kenaikan harga tersebut, Rizal mengklaim bahwa cuaca menjadi pemicunya.

“Cabai (keriting) ini agak naik karena musim menghujan yang biasanya hanya Rp 50.000 per kilo ini naik menjadi Rp 60.000. Ini wajar karena di satu minggu terakhir ini hujan terus, sehingga harga agak naik,” ujar Rizal di Pasar Jatinegara.

Kementan Gelontorkan Pasokan Cabai untuk Tekan Harga

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia menggelar program penggelontoran pasokan cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, sebagai langkah menekan lonjakan harga. Dalam kegiatan tersebut, cabai rawit merah dijual Rp 55.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibanding harga sebelumnya yang sempat menembus Rp 120.000 per kilogram.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan distribusi pasokan yang dilakukan pada Kamis (19/2) itu berasal dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat.

“Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur,” kata Agung melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (21/2).

Agung menjelaskan kebijakan stabilisasi ini disusun dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali sekaligus menjaga keuntungan petani.

“Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp 50.000 per kilogram dan harga di PIKJ Rp 55.000 per kilogram. Kami harapkan di tingkat konsumen dan pengecer maksimal di harga Rp 65.000 per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan secara nasional pasokan cabai rawit merah sebenarnya berada dalam kondisi cukup, bahkan berlebih. Penambahan suplai ke pasar induk dilakukan agar harga kembali stabil tanpa menekan pendapatan petani.

“Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ,” ungkap Taufiq.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Swadaya RT Bergilir, Masjid Hidayah Bagikan Ratusan Hidangan Buka Puasa Sepanjang Ramadan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ruben Onsu Targetkan Lancar Baca Al-Quran, Ramadan Jadi Momen Penting Perjalanan Spiritualnya
• 18 jam lalugrid.id
thumb
IHSG 20 Februari 2026 Ditutup Melemah Dipengaruhi AS-Iran
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Kebutuhan Pokok di Bintan Mulai Naik Jelang Ramadan
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Banjir di Kolong Tol Puri Kembangan Jakbar, Lalin Macet Parah
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.