Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio berupaya menggalang dukungan bagi kelanjutan gencatan senjata di Jalur Gaza dengan menegaskan kepada negara anggota Board of Peace bahwa tidak ada rencana alternatif selain menjaga proses tersebut.
“Kita harus menjalankannya dengan benar. Tidak ada rencana cadangan untuk Gaza. Rencana cadangan berarti kembali ke perang. Tidak seorang pun di sini menginginkan hal itu,” kata Rubio ketika para pemimpin dan pejabat senior berkumpul dalam pertemuan perdana dewan tersebut.
“Satu-satunya jalan ke depan adalah membangun kembali Gaza menuju perdamaian yang tahan lama dan berkelanjutan, sehingga semua orang dapat hidup berdampingan tanpa kembali menghadapi konflik, perang, penderitaan manusia, maupun kehancuran,” lanjut Rubio, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 20 Februari 2026
Dewan Perdamaian dibentuk dalam kerangka upaya mencapai penyelesaian damai di Jalur Gaza dan sejak itu diperluas untuk mendorong proses perdamaian di berbagai kawasan dunia. Washington menyatakan sejumlah negara tambahan juga telah bergabung dalam inisiatif tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober, menghentikan serangan Israel selama dua tahun yang disebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Namun menurut Kementerian Kesehatan Gaza, meskipun gencatan senjata berjalan, pasukan Israel disebut melakukan ratusan pelanggaran melalui penembakan dan serangan, yang menewaskan 611 warga Palestina serta melukai 1.630 lainnya.
Baca juga: Menlu AS Sebut Board of Peace Dapat Jadi Model Penyelesaian Konflik Global




