MUI Minta Warga Tahan Diri dan Tak Emosi soal WNA Protes Suara Tadarusan di NTB

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Viral seorang perempuan warga negara asing (WNA) mengamuk di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), lantaran terganggu dengan suara tadarusan pada malam pertama Ramadan. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan sikap saling menghormati.

"Semua pihak harus menahan diri (imsak) terutama orang yang sedang puasa. Dampaknya juga kepada lingkungan sebaiknya menahan diri jangan emosi atau mengamuk, karena bisa disampaikan dengan cara arif dan bijaksana," kata Amirsyah kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Viral Bule Wanita Ngamuk di Musala Gili Trawangan, Terganggu Speaker Tadarusan

Dia menekankan pentingnya menjaga suasana Ramadan tetap kondusif. Menurutnya, masyarakat yang menjalankan tadarus juga perlu menjaga kekhusyukan dan ketertiban agar tercipta rasa aman dan penuh persahabatan.

"Suara yang indah, merdu dan syahdu perlu untuk syiar di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan serta berkah dari Allah SWT," ujarnya.

Amirsyah pun mengingatkan pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, dia juga berharap WNA yang datang bertamu untuk memahami adat dan kearifan lokal setempat.

"Jadi saling toleransi (tasamuh)," ujarnya.

"Jadi orang asing sebagai tamu harus memahami adat atau kearifan local," imbuh dia.

Baca juga: Bule Terganggu Speaker Tadarusan di Gili Trawangan Ancam Warga Pakai Parang

Sebelumnya, dari video yang dilihat detikBali, bule wanita itu berteriak di depan salah satu musala ketika warga sedang mengaji menggunakan pengeras suara. Kepala Dusun (Kadus) Gili Trawangan, Muhammad Husni, mengatakan perempuan tersebut merasa terganggu oleh suara tadarusan.

"Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya, karena dia terganggu oleh suara speaker itu," ujarnya, dilansir detikBali, Kamis (19/2).

Menurut Husni, perempuan itu kemudian masuk ke dalam musala untuk menghentikan aktivitas warga. Ia bahkan merusak mikrofon yang digunakan untuk tadarusan.

"Akhirnya dia datang ke musala, kemudian langsung marah-marah dan ngerusak mikrofon segala macam," tuturnya.




(amw/eva)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Kadis Kominfo Luwu Utara, Andi Zulkarnaen Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, Punya Rekam Jejak Panjang Birokrasi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili untuk Buka Akses Pascabencana
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Akademisi Soroti Kewenangan Pemerintah dalam Pendidikan Dokter Spesialis
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tasyakuran HUT ke-53 KSPSI, Kapolri Janji Terus Kawal Aspirasi dan Perjuangan Buruh
• 1 menit laludetik.com
thumb
Wasit Majed Al-Shamrani Akhirnya Angkat Bicara usai Persib vs Ratchaburi, Akui Kalau Keputusan yang Dibuat Sudah...
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.