Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 13 kali pada rentang waktu pukul 00.00 sampai dengan 06.00 WIB, Sabtu (21/3). Guguran lava ini memiliki jarak luncur maksimum 1,8 kilometer.
"Teramati 13 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter," jelas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporan resminya.
Sementara dalam periode pengamatan tersebut, awan panas guguran tidak teramati.
61 Guguran Lava pada JumatBPPTKG pun mencatat pada periode pengamatan Jumat kemarin, 20 Februari, Gunung Merapi total mengeluarkan 61 guguran lava. Namun, sama seperti pagi ini, tak teramati awan panas guguran.
"Teramati 61 kali guguran lava ke arah Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," katanya.
Sampai saat ini, status Gunung Merapi tidak berubah, yaitu level III atau siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.





