KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat relokasi serta pembangunan hunian yang layak bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Penegasan tersebut disampaikan Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat (20/2/2026).
Dalam kunjungannya, Tito menekankan bahwa pemerintah tidak ingin warga terdampak bencana terlalu lama tinggal di tenda.
Ia pun meminta agar pembangunan hunian sementara (huntara) segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat tinggal dengan lebih nyaman sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
Baca juga: Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Laksanakan Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan
“Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak. Jangan lagi (tinggal) di tenda karena di tenda itu enggak nyaman,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).
Tito menjelaskan, warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan masuk kategori risiko tinggi akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman.
Relokasi dinilai sebagai langkah preventif untuk mencegah masyarakat kembali terdampak apabila bencana serupa terjadi di kemudian hari.
“Relokasi itu artinya (masyarakat yang sebelumnya berada di) ‘daerah merah’ dipindahkan semua. Kalau dipindahkan semua, ya semua harus mendapatkan hunian tetap,” tegasnya.
Skema pembangunan hunianTito memaparkan, pembangunan hunian pascarelokasi akan dilakukan melalui skema berbeda sesuai kondisi lahan. Bagi warga yang memilih membangun di atas tanah masing-masing, proses pembangunan akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Apabila pembangunan dilakukan dalam bentuk kompleks terpadu, pelaksanaannya akan melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Baca juga: Kasatgas Tito Shalat Tarawih Perdana Bersama Masyarakat Aceh Tamiang
Ia mengimbau agar pemerintah daerah (pemda) segera menyampaikan data warga terdampak secara rinci agar pembagian tugas antarinstansi dapat dilakukan tanpa kendala dan proses percepatan bisa segera berjalan.
Selain hunian, pemerintah juga akan mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung di lokasi relokasi, seperti tempat ibadah, sekolah, serta infrastruktur dasar lain. Fasilitas tersebut dirancang agar terintegrasi dan berada di kawasan yang lebih aman dari ancaman banjir.
Pada kesempatan tersebut, Tito turut menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan mencakup perlengkapan ibadah, seperti mukena, sajadah, sarung, dan Al-Qur’an yang disebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, disalurkan pula ribuan pakaian serta perlengkapan lain bagi anak-anak dan orang dewasa.
“Kami datang ke sini juga membawa sekadar oleh-oleh bantuan. Mudah-mudahan bisa membantu bapak-bapak, ibu-ibu, dan adik-adik semua di sini, ya,” katanya.
Pemerintah berharap, percepatan pembangunan hunian dan relokasi dapat memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih aman serta layak bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini




