OpenAI Gandeng Kampus Top India, Bidik 100 Ribu Mahasiswa - Dosen Integrasi AI

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

OpenAI memperluas jejaknya di India dengan masuk ke sistem perguruan tinggi melalui kemitraan bersama sejumlah institusi akademik terkemuka. Langkah ini sejalan dengan ambisi India untuk meningkatkan keterampilan AI dan membangun kapasitas domestik di salah satu pasar talenta terbesar di dunia.

OpenAI mengumumkan kerja sama dengan enam institusi pendidikan tinggi negeri dan swasta di India. Mitra tersebut mencakup kampus teknik, manajemen, kedokteran, hingga desain. Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 100.000 mahasiswa, dosen, dan staf dalam satu tahun ke depan.

Berbeda dari pendekatan berbasis konsumen, inisiatif ini berfokus pada integrasi AI ke dalam fungsi inti akademik. Artinya, OpenAI tak sekadar menyediakan akses alat, melainkan ingin memengaruhi bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diajarkan, diatur, dan dinormalisasi dalam salah satu sistem pendidikan tinggi terbesar di dunia.

OpenAI sebelumnya telah membangun basis pengguna yang besar di India melalui chatbot ChatGPT. Menurut CEO OpenAI, Sam Altman, ChatGPT memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan di India. Negara tersebut kini menjadi pasar pengguna terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Pengumuman ini juga bertepatan dengan dorongan lebih luas dari perusahaan-perusahaan AI global untuk memperdalam kehadiran mereka di India. Pekan ini, New Delhi menjadi tuan rumah AI Impact Summit, forum yang mempertemukan pelaku industri dan pembuat kebijakan di bidang kecerdasan buatan.

Gelombang pertama mitra OpenAI mencakup sejumlah institusi paling berpengaruh di India, seperti Indian Institute of Technology Delhi, Indian Institute of Management Ahmedabad, serta All India Institute of Medical Sciences New Delhi. Selain itu, kerja sama juga melibatkan universitas swasta dan sekolah desain khusus.

Kemitraan ini akan mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik dan manajemen hingga kesehatan dan bidang kreatif.

India sendiri telah menjadi laboratorium penting bagi pemanfaatan AI di sektor pendidikan. Bulan lalu, Google menyebut India sebagai negara dengan penggunaan global tertinggi untuk perangkat pembelajaran Gemini. Sementara itu, Microsoft pekan ini mengumumkan perluasan program peningkatan keterampilan Elevate di India untuk melatih guru di sekolah, lembaga vokasi, dan pendidikan tinggi, bekerja sama dengan instansi pemerintah.

Akses ChatGPT Edu hingga Sertifikasi

OpenAI menyatakan bahwa kemitraan ini mencakup akses kampus secara menyeluruh ke ChatGPT Edu, pelatihan bagi dosen, serta pengembangan kerangka penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Fokusnya adalah menanamkan AI ke dalam alur kerja akademik inti seperti pemrograman, riset, analitik, dan analisis studi kasus, bukan sekadar menyediakan akses alat secara terpisah. Dua institusi mitra, yakni Indian Institute of Management Ahmedabad dan Manipal Academy of Higher Education, juga akan menghadirkan sertifikasi yang didukung OpenAI.

Selain itu, OpenAI akan bekerja sama dengan platform ed-tech India seperti Physics Wallah, upGrad, dan HCL GUVI untuk memperluas pelatihan AI di luar kampus. Platform-platform ini akan meluncurkan kursus terstruktur mengenai dasar-dasar AI dan penggunaan ChatGPT, yang menyasar mahasiswa hingga profesional di awal karier.

Raghav Gupta, Kepala Pendidikan OpenAI India, mengatakan institusi pendidikan merupakan jalur krusial untuk menutup kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi AI dan cara masyarakat benar-benar menggunakannya, terutama ketika kebutuhan keterampilan terus berubah di berbagai sektor ekonomi.

Tahun lalu, OpenAI merekrut Gupta, mantan Managing Director Coursera Asia-Pasifik, untuk memimpin pendidikan di India dan kawasan Asia-Pasifik, bersamaan dengan peluncuran program Learning Accelerator yang berfokus pada perluasan keterampilan AI.

Masuknya perusahaan AI ke sektor pendidikan menunjukkan pergeseran strategi industri yang tak lagi hanya menyasar konsumen individu dan klien korporasi, tetapi juga institusi yang membentuk keterampilan, norma, dan adopsi jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Penerbangan dan Fasilitas Publik Papua
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Heboh Ada WNI Jadi Tentara Israel, PDIP: Kalau Motif Ekonomi, Perlu Tambahan Lapangan Kerja
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Liga Inggris Beri Jeda Ramadan, Pemain Muslim Bisa Buka Puasa Dulu
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pramono Anung Targetkan Penataan Kuningan Rampung Sebelum HUT ke-499 Jakarta
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Rekomendasi Kegiatan Ngabuburit Jadi Lebih Berkah
• 8 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.