Sekolah Sebut ABK Korban Bullying Kerap Tidur dan Mengamuk saat Dibangunkan

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Kasus dugaan bullying yang menimpa AM (16 tahun) anak berkebutuhan khusus (ABK) di salah satu sekolah kawasan Wonokromo, Surabaya, hingga kini masih terus berlanjut.

Pihak keluarga korban, sempat menyebut bahwa AM kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya. Mulai dari non-fisik seperti diejek, hingga puncaknya pada aksi pemukulan.

“Dia kalau tidak ada yang mulai, nggak mungkin sampai seperti itu. AM ini kami kenal pendiam di rumah, jarang sekali mengamuk,” kata Dewi, bibi korban saat dikonfirmasi suarasurabaya.net.

Namun, ES, kepala sekolah tempat korban mengalami dugaan bullying secara terpisah memberikan pernyataan berbeda. Dia menyebut kalau AM sering mengamuk di sekolah. Terutama saat dia harus dibangunkan di tengah-tengah jam pelajaran.

“Beberapa kali saya mengetahui AM tertidur di kelas. Dan waktu dibangunkan ya marah-marah. Saya juga beberapa kali dapat laporan dari siswa dan guru lainnya. Tapi saya selalu bilang sama anak-anak, kalau AM marah tolong panggil guru. Karena mereka nggak mungkin mengatasi sendiri,” ungkapnya waktu dikonfirmasi suarasurabaya.net, Sabtu (21/2/2026).

ES menyebut, kejadian AM marah-marah di sekolah sudah terjadi sebanyak lima kali sejak dia masuk ke sekolah itu. Motifnya pun sama, AM tertidur di kelas, kemudian dibangunkan, dan marah. Tak jarang, AM juga melempar apapun yang ada di depannya seperti, tas, atau memukul meja.

“Di sekolah, tiap hari yang dia lakukan adalah tidur kalau nggak ya main handphone. Saya beberapa kali bilang ke AM untuk sesekali menulis apa yang dijelaskan guru. Tapi ya gitu, dia bangun sebentar terus tidur lagi,” jelasnya.

Masalah Dugaan Pengeroyokan dan Bullying

Terkait pecahnya masalah dugaan adanya pengeroyokan dan bullying, ES juga memberikan keterangan yang pada beberapa bagiannya, berbeda dari orang tua korban.

ES membenarkan bahwa kejadian itu bermula dari AM yang tertidur di kelas, dan dibangunkan oleh guru, Selasa (10/2/2026). Dia diminta untuk membasuh wajah di toilet agar tidak mengantuk.

“Kata anak-anak, saat itu AM juga buang air kecil di toilet. Karena ada anak yang mau pakai toilet juga, akhirnya pintu itu diketuk. Nggak tahu gimana, tiba-tiba AM marah dan menyiram temannya dengan air,” terangnya.

Tidak sampai di situ, emosi AM juga berlanjut di ruang kelas. Dari rekaman CCTV yang dilihat ES, AM tampak menendangi meja dan kursi kelas.

Emosi AM pada hari itu tidak bisa terkontrol. Setelah pelajaran matematika, dia kembali marah pada temannya.

“Nggak tahu masalah apa marahnya, hingga terjadi kejar-kejaran sampai ke luar sekolah. Di luar, AM juga marah sempat angkat kursi untuk dilempar ke temannya. Tapi berhasil dilerai satpam. AM kemudian menyerang satu atau dua anak. Karena anak itu merasa kesakitan, dia juga ikut melawan. Jadi kalau dibilang ada bullying, ya nggak 100 persen benar,” ungkapnya.

Upaya Sekolah Tempuh Jalur Kekeluargaan

Menurut ES, pihak sekolah telah melakukan upaya damai dengan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, tawaran itu tidak disambut baik oleh pihak keluarga.

“Saya sudah berusaha menghubungi pihak keluarga supaya ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi ibu korban kukuh meminta ini agar diselesaikan dengan jalur hukum. Jadi dari pihak ibunya sudah nggak mau ketemu dengan pihak sekolah,” tuturnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus dugaan bullying yang menimpa AM.

AKBP Melatisari Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polrestabes Surabaya mengatakan, belum bisa menyimpulkan apakah dugaan pemukulan ini merupakan kategori bullying atau bukan. Karena, informasi yang didapat baru dari keluarga korban dan pihak sekolah.

“Kalau pihak sekolah jawabannya normatif ya. Mereka mengetahui dan membenarkan adanya pemukulan itu. Tapi pihak sekolah tidak mengetahui penyebab dari pemukulan itu,” ungkapnya.

Adapun pekan depan, pihak kepolisian akan memintai keterangan terhadap murid-murid lain yang terlibat dalam dugaan bullying tersebut.(kir/bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenko Polkam Perkuat Pengamanan Penerbangan dan Fasilitas Publik di Papua
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Ramadan Bek PSBS George Brown: Jauh dari Keluarga, Es Pisang Ijo Jadi Menu Buka Puasa Favorit
• 1 jam lalubola.com
thumb
Liga Inggris Beri Jeda Ramadan, Pemain Muslim Bisa Buka Puasa Dulu
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Ditutup di Zona Merah, Saham Sektor Energi RAJA, ENRG hingga PTRO Anjlok
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kala Donald Trump Mengaku Takut Melawan Prabowo...
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.