Pecinan Glodok Sempat Bersih dari PKL, Kini Kembali Banyak Lapak dan Parkir Liar

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, disebut sempat terlihat lebih lapang setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satpol PP beberapa hari lalu.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

Pantauan Kompas.com di lokasi, trotoar yang sebelumnya sempat bersih kini kembali dipadati lapak pedagang.

Baca juga: Sempat Ditertibkan, Parkir Liar di Pecinan Glodok Kembali Muncul Jelang Imlek

Gerobak makanan, meja dagangan, hingga tenda payung berjejer di sepanjang jalur pejalan kaki.

Sebagian ruas bahkan turut dipenuhi kendaraan yang terparkir di trotoar.

Akibatnya, ruang gerak pejalan kaki kembali menyempit guna menghindari lapak dan kendaraan yang parkir sembarangan.

Suhan (bukan nama sebenarnya), salah satu pedagang di kawasan tersebut, membenarkan bahwa sempat ada penertiban oleh petugas.

Menurut dia, suasana kawasan itu sempat berubah drastis.

"Iya, sempat kemarin kan ditertibkan sama Satpol PP. Memang kelihatan lebih bersih, (trotoar) jadi lega karena pedagang-pedagang yang biasa di depan itu enggak ada. Petugas datang, mereka diminta beres-beres," ujar Suhan saat ditemui, Sabtu (21/2/2026).

Ia mengatakan, penertiban itu terjadi pada akhir pekan lalu dan dampaknya langsung terasa di hari yang sama.

“Kalau enggak salah Minggu kemarin. Seharian itu tertib, pedagangnya enggak kelihatan. Orang-orang yang jalan juga enggak sempit," kata dia.

Namun, kondisi tertib tersebut hanya berlangsung singkat. Dalam hitungan hari, para pedagang kembali menggelar dagangannya seperti semula.

Baca juga: Marak Parkir Liar, Pengunjung Keluhkan Kondisi Semrawut di Petak Sembilan Jakbar

“Tapi itu, cuma dua hari saja bertahannya. Setelah itu balik lagi jualan seperti biasa. Sekarang ya sudah ramai lagi seperti sebelumnya," ucap dia.

Sementara salah seorang PKL, Indra (bukan nama sebenarnya), juga membenarkan bahwa dirinya dan sejumlah PKL sempat diterbitkan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, menurut dia, sebagian pedagang memilih kembali berjualan karena kebutuhan ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak Bandung 21 Februari 2026/3 Ramadan 1447 H: Persiapkan Fisik di Hari Ketiga Ramadan
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Seskab Teddy: Diplomasi Prabowo Turunkan Tarif AS dari 32% Jadi 19%
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
10 Tahun Terpisah, Riza Syah dan Claudia Andhara Akhirnya Bersatu di Pelaminan
• 39 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Kok Bisa-bisanya Red Sparks Dihantam 11 Kekalahan Beruntun? Ko Hee-jin: Ini Musim yang Sulit Bahkan Untuk Menyusun Tim!
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Tanda Sebenarnya Kamu Sedang Tidak Bahagia
• 3 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.