JAKARTA, DISWAY.ID -- Sebanyak 15.160 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan 4 Kementerian Agama ( Kemenang ).
Acara ini diselenggarakan selama dua hari, 21–22 Februari 2026.
Giat ini merupakan bagian dari pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa (UKM) PPG yang diikuti 98.036 Guru Kementerian Agama dari berbagai bidang studi dan dilaksanakan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia dengan dukungan ribuan pengawas.
BACA JUGA: Perjuangan Wali Asrama Bentuk Karakter dan Jaga Kedisiplinan Siswa Sekolah Rakyat
BACA JUGA: Eks Wakil Ketua KPK Sentil Kasus Korupsi Minyak Mentah Sarat Kriminalisasi dan Konflik Kepentingan
UP PPG menjadi tahapan akhir dalam proses pendidikan profesi guru yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta memenuhi standar kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Bagi guru PAI, tahapan ini memiliki makna strategis karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan di lingkungan pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan bahwa UP PPG merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang dirancang secara komprehensif.
“Uji pengetahuan ini menjadi instrumen tujuan untuk mengukur pencapaian pembelajaran peserta PPG. Kami memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis sistem. Integritas menjadi prinsip utama agar hasilnya benar-benar mencerminkan kompetensi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa reformasi pendidikan Islam tidak cukup hanya melalui pembaruan kurikulum, tetapi harus dimulai dari penguatan kualitas guru sebagai aktor utama proses pendidikan.
BACA JUGA: Bahlil: Impor Energi US$15 Miliar dari AS Tak Tambah Volume, Hanya Alihkan Sumber
BACA JUGA: Indonesia Resmi Kuasai 63 Persen Freeport, Tambahan 12 Persen Saham Gratis
“Transformasi pendidikan dimulai dari ruang kelas, dan ruang kelas ditentukan oleh kualitas gurunya. Jika kita ingin pendidikan agama yang kuat, maka kita harus memastikan gurunya kuat terlebih dahulu, baik secara akademik, pedagogik, maupun moral,” ujarnya.
Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir menilai partisipasi ribuan guru PAI dalam UP PPG Angkatan 4 ini mencerminkan komitmen kolektif untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Ini bukan sekedar ujian, melainkan momentum refleksi profesional. Guru PAI harus terus bertumbuh, memperbarui pengetahuan, dan memperkuat kompetensinya. Profesionalisme adalah proses berkelanjutan, bukan pencapaian suatu saat,” ungkapnya.
- 1
- 2
- »





