Antara Sederhana dan Rumit

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di atas meja ada setumpuk apel. Orang-orang tidak terlalu peduli berapa banyak apel di situ, yang mereka pedulikan hanyalah berapa banyak yang jatuh ke tangan mereka sendiri.

Dalam sebuah perusahaan ada segudang urusan. Orang-orang juga tidak terlalu peduli berapa banyak urusan itu secara keseluruhan, yang mereka perhatikan hanyalah berapa banyak pekerjaan tambahan yang harus mereka tanggung sendiri.

Manusia sebenarnya memiliki kebijaksanaan besar, namun karena terlalu perhitungan terhadap untung dan rugi, pada akhirnya kebijaksanaan besar itu menyusut menjadi kepintaran kecil yang licik.

Hubungan antarmanusia sejatinya sangat sederhana, namun karena pembagian kepentingan menjadi rumit, muncullah tipu daya, kecurigaan, dan intrik satu sama lain.

Kesederhanaan hidup bagaikan beberapa guratan ringan dalam lukisan besar kehidupan— jarang namun lapang, tenang dan lepas. Dia seperti bulan tipis dalam lanskap batin, menyimpan kesejukan dan ketenteraman.

Kerumitan hidup ibarat tinta yang terciprat di atas kertas kehidupan, mewarnai siasat, kepura-puraan, dan kelicikan duniawi; seperti gesekan biola yang merengek di kedalaman jiwa, mengusir ketenangan dan menimbulkan kegelisahan tanpa henti.

Alam semesta itu sempurna—karena kesederhanaannya. Sementara kelelahan hidup manusia, justru tersembunyi di dalam kerumitan.

Saat manusia hidup sederhana, dia bahagia— namun orang yang benar-benar bahagia jumlahnya sedikit. Saat hidup menjadi rumit, penderitaan pun muncul— dan orang yang menderita justru berdesakan memenuhi dunia.

Kenyataan ini menunjukkan: hidup sederhana itu sulit, hidup rumit justru sangat mudah.

Manusia— ketika kecil itu sederhana, ketika dewasa menjadi rumit; saat miskin sederhana, saat kaya menjadi rumit; ketika terpuruk sederhana, saat berkuasa menjadi rumit; orang bijak itu sederhana, orang picik justru rumit; melihat diri sendiri terasa sederhana, melihat orang lain terasa rumit.

Hal ini mengingatkanku pada puisi Gu Cheng: “Kamu sesekali memandangku, sesekali memandang awan.”

Aku merasa, saat kamu memandangku, jaraknya sangat jauh; saat kamu memandang awan, jaraknya justru sangat dekat.

Antara sederhana dan rumit, ternyata ada hubungan yang samar dan mengaburkan batas.

Sesuatu yang bisa dilihat sekilas hingga tembus ke dalam, tampak sangat sederhana. Seperti sebuah sumur tua—dalam dan jernih— sekali pandang seolah terlihat dasarnya, namun sumur itu sendiri sejatinya tidak sederhana.

Manusia pun demikian. Kadang seseorang bisa “terbaca” hanya dengan sekali lihat, bukan karena dia dangkal atau tidak berisi, melainkan karena jiwanya terlalu bersih dan murni.

Memiliki jiwa yang murni, sejatinya adalah kedalaman yang mengguncang hati. Kesederhanaan semacam ini, justru layak untuk dihormati.

Ada pula orang yang tampak penuh kabut, seolah rumit dan sangat dalam. Namun sering kali, kedalaman itu bukanlah kedalaman jiwa, melainkan kedalaman siasat dan kelicikan.

Kerumitan semacam ini adalah pertemuan sifat manusia yang licik dan berbahaya, bukan tumpukan kebijaksanaan yang indah dan elegan.

Jika disederhanakan, hidup ini sebenarnya hanya tentang dua kata: hidup dan mati. Namun karena ada pasang surut nasib, karena ada dingin dan hangatnya dunia manusia, proses yang sederhana itu berubah menjadi berliku, terjatuh, dan penuh kerumitan.

Kesederhanaan adalah bentuk indah yang ditinggalkan kehidupan bagi dunia. Sedangkan kerumitan, adalah mimpi kelam yang tak pernah benar-benar bisa diselami oleh kehidupan.

Hikmah Cerita

Tulisan yang tampak sederhana ini sesungguhnya menelanjangi keserakahan dan keegoisan manusia.

Dalam melakukan apa pun, manusia kerap menempatkan kepentingan diri sendiri sebagai yang utama.  Mungkin itu bisa mendatangkan kenikmatan sesaat, namun tanpa disadari, dia sedang menanam benih bencana bagi zamannya sendiri. (jhn/yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LPDP-Diktilitbang Muhammadiyah Sepakati Pendanaan Riset RISPRO Invitasi Berkemajuan
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Unhas dan Brimob Polda Sulsel Jalin Kerja Sama Pengelolaan Lapangan Tembak
• 19 jam laluharianfajar
thumb
3 Pemuda Ditangkap Warga saat Hendak Ambil Narkoba
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Revitalisasi SLB di Indonesia Timur, ABK Kini Belajar Lebih Nyaman
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
ULM Tingkatkan Profesionalisme melalui Standarisasi Protokol dan Layanan Pimpinan
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.