JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI, Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Forces (ISF).
Keputusan ini mendapatkan respons berbagai kalangan di Indonesia, salah satunya tak lain adalah peneliti senior Imparsial, Al Araf.
Menurut Al Araf, langkah Prabowo itu tidak sesuai prinsip konstitusi dan politik luar negeri yang menentang penjajahan.
Al Araf menyebut BoP bentukan Presiden AS Donald Trump tidak membela kepentingan masyarakat Palestina dan tidak mengakui penjajahan Israel.
Ia menilai lembaga itu sebatas menjadi wadah bagi Donald Trump untuk memperkuat hegemoni politik.
Peneliti Imparsial ini juga menyoroti sepak terjang Donald Trump yang cenderung mengabaikan hukum internasional, mulai dengan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro hingga ancaman menyerang Iran.
"Prabowo melanggar prinsi-prinsip dasar, karena kita menolak penjajahan, apa yang dilakukan Israel atas Palestina adalah penjajahan karena itu kita menolak diplomasi dengan israel selama ini, bahkan main bola pun kita nggak mau," kata Al Araf dalam program "Bola Liar" KompasTV, Jumat (20/2).
"Sekarang kita duduk dalam satu BoP, itu jelas melanggar sejak KTT (Asia-Afrika) tahun 1955 sampai kemarin rezim Prabowo meruntuhkan itu. Kalau ngomong perdamaian, tidak ada keinginan perdamaian dari Trump dan Netanyahu," imbuhnya.
Baca Juga: Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Prabowo: Kita Cari Perwira yang Baik
Al Araf mempersoalkan BoP yang menerima Israel sebagai anggota. Menurutnya, partisipasi Israel sama saja membuat Indonesia duduk bersama penjahat perang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- board of peace
- prabowo subianto
- penjahat perang
- indonesia kirim pasukan gaza
- israel palestina





