Jadi Takjil Favorit Sejuta Umat, Ini 3 Jenis Kurma Berdasarkan Teksturnya Sekaligus Aturan Makan yang Pas

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Buah manis yang satu ini memang selalu jadi primadona, terlebih saat bulan suci Ramadan tiba. Apalagi lagi kalau bukan kurma.

Di pasaran sendiri, kita bisa menjumpai beraneka ragam jenis kurma unggulan, mulai dari varietas Ajwa, Sukkari, hingga Medjool. Namun, tahukah kamu kalau buah legit asal Timur Tengah ini sebenarnya bisa diklasifikasikan lagi berdasarkan sensasi gigitan atau teksturnya?

Berdasarkan penuturan Dedi Tjahyadi selaku Executive Chef Luminor Hotel Pecenongan, secara fisik kurma pada dasarnya terbagi menjadi tiga kelompok utama, yakni versi segar, basah, dan kering. Biar nggak bingung pas belanja takjil nanti, yuk simak perbedaannya di bawah ini!

1. Varian Segar

Menurut Chef Dedi, karakteristik varian segar ini didapat dari buah yang baru saja dipanen dari pohonnya lalu langsung dikonsumsi atau dijual kepada pembeli.

"Kayak kalau di kita itu pas musim rambutan, dipetik, terus langsung kita makan gitu," kata Dedi.

Kalau soal gigitan, versi segar ini nyaris serupa dengan kurma basah namun terasa lebih crunchy alias renyah. Untuk sensasi rasanya sendiri cukup unik, karena menyajikan dominasi manis pada kecapan pertama namun ditutup dengan aftertaste yang sedikit sepat.

2. Varian Basah

Berbeda halnya dengan kategori basah. Buah ini sebenarnya berawal dari buah segar yang kemudian diistirahatkan dulu selama beberapa waktu sebelum akhirnya dilempar ke pasaran untuk dinikmati.

"Kalau yang basah memang sudah matang, sudah masanya tetapi kurmanya itu (disimpan) lima hari setelah dipetik," ujar Dedi.

Untuk menjaga kualitasnya, Dedi menambahkan bahwa varian basah wajib masuk ke dalam mesin pendingin atau freezer. Tujuannya tak lain agar kadar air di dalamnya tetap awet sekaligus menghentikan proses pematangan berlanjut secara alami.

 

3. Varian Kering

Nah, jenis kurma inilah yang paling menjamur dan gampang banget kita temui di rak-rak supermarket. Seperti sebutannya, versi ini tampil dengan tekstur yang jauh lebih kesat dan padat akibat minimnya kandungan air di dalam daging buah.

Walaupun airnya sedikit menyusut, Chef Dedi meyakinkan bahwa mayoritas kurma kering menyuguhkan tingkat kemanisan yang juara, sehingga pas buat dijadikan stok camilan keluarga di rumah.

Masyarakat Indonesia biasanya punya beberapa varietas favorit, misalnya kurma Ajwa yang dijuluki kurma Nabi. Kemudian, si jumbo Medjool yang dagingnya super tebal. Ada juga Sukkari yang legitnya sering disamakan dengan karamel.

Selain enak, buah-buahan ini super bergizi. Kandungan glukosa dan fruktosa alaminya ampuh banget memulihkan stamina secara instan kelar puasa seharian. Belum lagi tingginya serat pada kurma yang sangat direkomendasikan pakar kesehatan untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Walau faedahnya melimpah ruah, kira-kira ada berapa batasan maksimal memakannya?

Pakar Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, membeberkan bahwa sejatinya tidak ada larangan mutlak atau angka kaku soal porsi. Toto menyebutkan, takaran konsumsi kembali lagi pada selera serta kapasitas perut masing-masing individu.

“Misal ‘Saya akan makan kurma saja saat berbuka puasa, saya makan besarnya abis tarawih’. Itu ya ada,” kata Toto.

Meski sah-sah saja, ia tetap mengimbau agar kita pintar-pintar menahan diri agar tidak kalap menyantap manisnya kurma. Hal ini sangat penting supaya perut kita tetap punya ruang kosong untuk menampung asupan gizi seimbang dari ragam lauk-pauk lainnya.

Terkait porsi ideal, ia menjadikan ukuran fisik buah sebagai patokan utama.

“Kalau saya merekomendasi biar kita sehabis buka puasa itu juga dapat makan nasi lengkap dan seimbang, sebaiknya kurma dimakan 3 atau 5 butir sudah cukup,” tutur Toto.

 

“Andai kata kurma ajwa atau sukkary (ukurannya) besar-besar, 3 butir sudah cukup. Tapi kalau kurmanya kecil-kecil, mungkin 7 butir cukup,” ucapnya.

Bukan tanpa alasan, anjuran dari Toto ini juga merujuk pada kehebatan gula alami di dalam buah kurma yang memang dirancang ampuh untuk mendongkrak kembali energi tubuh yang anjlok pasca berpuasa.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kontroversi Panas! Allesandro Bastoni Masih Dikecam Suporter Lecce Usai Insiden Lawan Juventus
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Blok M Jadi Magnet untuk Bukber, Warga Sudah Menyusun Rencana Sejak Beberapa Hari
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Deretan Aset Termahal Elon Musk: Mobil Selam James Bond Sampai Roket SpaceX
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Zodiak Paling Sulit untuk Move On karena Hatinya Terlalu Tulus
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Saham AMMN, MDKA, BBRI Jadi Motor Pendorong IHSG Menghijau Pekan Ini
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.