Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan masyarakat di Pulau Jawa selama periode angkutan Lebaran 2026, mengingat posisinya sebagai jalur utama lintas provinsi.
"Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama angkutan Lebaran," kata Menhub dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Semarang sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan, Jawa Tengah merupakan simpul utama pergerakan pemudik di Pulau Jawa hingga nasional, baik sebagai daerah asal, daerah tujuan, maupun daerah lintasan arus mudik dan arus balik.
Untuk itu, Menhub mendorong adanya sinergi Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Komisi V DPR RI dalam memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, selamat, lancar, dan terkendali.
Baca juga: KAI sediakan 136.045 tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang
Dia menekankan, pentingnya kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, manajemen simpul transportasi, serta dukungan masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan angkutan Lebaran.
"Ada sejumlah isu yang berpotensi mempengaruhi pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 khususnya di kawasan Jawa Tengah. Diantaranya potensi kemacetan terutama di lokasi wisata, adanya perlintasan sebidang, hingga adanya titik rawan bencana," ujar Menhub.
Dudy juga menjelaskan, adanya kebijakan flexible working arrangement (FWA), pengaturan angkutan barang, serta adanya program mudik gratis yang bertujuan memperlancar perjalanan masyarakat.
"Kami meminta dukungan Pemerintah Jawa Tengah untuk menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara serta layanan angkutan feeder pada simpul-simpul mudik gratis," lanjut Menhub.
Baca juga: Khofifah pastikan kesiapan Jatim gelar angkutan Lebaran 2026
Ia menyebutkan, berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, Jawa Tengah merupakan provinsi tujuan favorit pertama nasional dengan perkiraan jumlah orang bergerak mencapai 38,71 juta.
Di sisi lain, Jawa Tengah juga merupakan salah satu provinsi asal favorit nasional sebesar dengan potensi pergerakan sebanyak 16,57 juta orang.
Adapun kabupaten/kota di Jawa Tengah mendominasi tujuan favorit nasional karena merupakan daerah asal bagi masyarakat perantau seperti Kabupaten Kebumen dengan prakiraan pergerakan masyarakat sebesar 867.000 orang.
Menhub menyebut, wilayah Jawa Tengah merupakan wilayah dengan simpul transportasi terpadat, terutama pada simpul transportasi perkeretaapian dan darat.
Baca juga: KAI Semarang pastikan 173 sarana laik operasi Angkutan Lebaran 2026
"Kami meyakini, dengan kolaborasi yang solid antara Kementerian Perhubungan, Komisi V DPR RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026 dapat kita kelola dengan lebih baik dan lebih terukur," tuturnya.
Memasuki masa angkutan Lebaran, Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi gangguan jalur kereta api akibat banjir di Jawa Tengah yang merupakan koridor utama pergerakan penumpang.
Untuk itu, Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah menyiagakan patroli dan petugas 24 jam pada titik rawan, melakukan normalisasi drainase dan penguatan prasarana, menyiapkan material tanggap darurat, serta menyusun skema rekayasa operasi.
Kemenhub meminta dukungan dan kolaborasi Pemerintah Jawa Tengah khususnya dalam pengendalian tata air, penanganan titik genangan di sekitar jalur, serta percepatan respons apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga: Dishub Lampung: Operasional dua dermaga eksekutif memperlancar Lebaran
"Agar layanan kereta api selama angkutan Lebaran tetap aman, andal, dan lancar," kata Menhub.
Adapun rapat itu turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, para Direktur Jenderal lingkup Kementerian Perhubungan serta anggota Komisi V DPR RI dan para bupati/wakil bupati di provinsi itu.
"Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama angkutan Lebaran," kata Menhub dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Semarang sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan, Jawa Tengah merupakan simpul utama pergerakan pemudik di Pulau Jawa hingga nasional, baik sebagai daerah asal, daerah tujuan, maupun daerah lintasan arus mudik dan arus balik.
Untuk itu, Menhub mendorong adanya sinergi Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Komisi V DPR RI dalam memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, selamat, lancar, dan terkendali.
Baca juga: KAI sediakan 136.045 tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang
Dia menekankan, pentingnya kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, manajemen simpul transportasi, serta dukungan masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan angkutan Lebaran.
"Ada sejumlah isu yang berpotensi mempengaruhi pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 khususnya di kawasan Jawa Tengah. Diantaranya potensi kemacetan terutama di lokasi wisata, adanya perlintasan sebidang, hingga adanya titik rawan bencana," ujar Menhub.
Dudy juga menjelaskan, adanya kebijakan flexible working arrangement (FWA), pengaturan angkutan barang, serta adanya program mudik gratis yang bertujuan memperlancar perjalanan masyarakat.
"Kami meminta dukungan Pemerintah Jawa Tengah untuk menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara serta layanan angkutan feeder pada simpul-simpul mudik gratis," lanjut Menhub.
Baca juga: Khofifah pastikan kesiapan Jatim gelar angkutan Lebaran 2026
Ia menyebutkan, berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, Jawa Tengah merupakan provinsi tujuan favorit pertama nasional dengan perkiraan jumlah orang bergerak mencapai 38,71 juta.
Di sisi lain, Jawa Tengah juga merupakan salah satu provinsi asal favorit nasional sebesar dengan potensi pergerakan sebanyak 16,57 juta orang.
Adapun kabupaten/kota di Jawa Tengah mendominasi tujuan favorit nasional karena merupakan daerah asal bagi masyarakat perantau seperti Kabupaten Kebumen dengan prakiraan pergerakan masyarakat sebesar 867.000 orang.
Menhub menyebut, wilayah Jawa Tengah merupakan wilayah dengan simpul transportasi terpadat, terutama pada simpul transportasi perkeretaapian dan darat.
Baca juga: KAI Semarang pastikan 173 sarana laik operasi Angkutan Lebaran 2026
"Kami meyakini, dengan kolaborasi yang solid antara Kementerian Perhubungan, Komisi V DPR RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026 dapat kita kelola dengan lebih baik dan lebih terukur," tuturnya.
Memasuki masa angkutan Lebaran, Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi gangguan jalur kereta api akibat banjir di Jawa Tengah yang merupakan koridor utama pergerakan penumpang.
Untuk itu, Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah menyiagakan patroli dan petugas 24 jam pada titik rawan, melakukan normalisasi drainase dan penguatan prasarana, menyiapkan material tanggap darurat, serta menyusun skema rekayasa operasi.
Kemenhub meminta dukungan dan kolaborasi Pemerintah Jawa Tengah khususnya dalam pengendalian tata air, penanganan titik genangan di sekitar jalur, serta percepatan respons apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga: Dishub Lampung: Operasional dua dermaga eksekutif memperlancar Lebaran
"Agar layanan kereta api selama angkutan Lebaran tetap aman, andal, dan lancar," kata Menhub.
Adapun rapat itu turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, para Direktur Jenderal lingkup Kementerian Perhubungan serta anggota Komisi V DPR RI dan para bupati/wakil bupati di provinsi itu.




