PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat lonjakan signifikan pada bisnis remitansi sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, nilai transaksi remitansi Perseroan mencapai sekitar Rp116 triliun dari total 1,8 juta transaksi, atau tumbuh 9% secara year on year.
Kontributor terbesar berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Negara tersebut menjadi salah satu kantong transaksi paling dominan, seiring tingginya kebutuhan layanan perbankan syariah bagi PMI yang ingin mengirimkan dana ke Tanah Air secara aman dan efisien.
"Ekspansi jaringan sebagai respons langsung atas lonjakan kebutuhan transaksi perbankan syariah di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Malaysia menjadi salah satu kantong transaksi terbesar. Di sanalah BSI masuk lebih dalam dengan layanan yang mudah diakses dari berbagai negara,” kata Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna.
Baca Juga: Metranet dan BSI Luncurkan Gerakan Nasional Koperasi Digital
Untuk memperkuat penetrasi pasar, BSI mengandalkan strategi dua jalur, yakni business to business (B2B) guna mendorong volume remitansi dan business to customer (B2C) untuk mempercepat aktivasi layanan digital bagi nasabah migran. Selain itu, literasi keuangan syariah juga digencarkan melalui kolaborasi dengan perwakilan RI di Malaysia.
Pada awal 2026, BSI menggandeng KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur untuk menggelar program edukasi keuangan di Malaysia. Kegiatan tersebut tidak sebatas sosialisasi produk, tetapi juga mendorong optimalisasi transaksi, mulai dari pengelolaan keuangan, investasi tabungan emas, hingga pengiriman devisa dan remitansi lintas negara melalui superapps BYOND by BSI.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Hijau, BSI Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp73,92 Triliun di 2025
Saat ini, jaringan remitansi BSI telah menjangkau 14 negara dengan lebih dari 30 mitra global, mencakup Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia.





