Jakarta: Penyelidikan otoritas tertinggi sepak bola Eropa (UEFA) terkait dugaan tindakan rasialisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior, kini memasuki fase krusial. Insiden diskriminatif yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, tersebut terjadi dalam laga panas Liga Champions di Estadio da Luz pada Selasa, 17 Februari 2026 lalu.
Insiden ini sempat memicu penghentian pertandingan selama sepuluh menit sebelum laga akhirnya kembali dilanjutkan. Manajemen Real Madrid merespons serius kejadian ini dengan menyerahkan dokumen lengkap berisi seluruh bukti ke meja investigasi UEFA.
Baca Juga :
Drama Benfica vs Real Madrid: Vinicius Jr Cetak Gol Spektakuler, Mourinho Kartu MerahDalam proses penyelidikan, penyerang bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, maju sebagai saksi kunci. Pemain asal Prancis itu secara tegas menyatakan bahwa dirinya mendengar lima kali cercaan bernada rasialisme yang dilontarkan oleh Prestianni kepada Vinicius Jr.
"Saya mendengarnya. Ada pemain Benfica yang juga mendengarnya," ungkap Mbappe dikutip dari ESPN.
Di sisi lain, Gianluca Prestianni dilaporkan juga telah menyampaikan bukti-bukti kepada UEFA. Pemain Benfica tersebut mengakui adanya penggunaan kata-kata kasar terhadap Vinicius, namun proses investigasi masih terus mendalami konteks dan muatan rasial dari perkataan tersebut.
Sikap Tegas Arbeloa dan Bantahan Narasi Provokasi
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, angkat bicara mewakili kondisi mental anak asuhnya yang menjadi korban. Arbeloa menyebut Vinicius merasa sedih dan sangat marah atas perlakuan tersebut. Ia juga memuji keberanian Vini untuk melanjutkan laga dan menegaskan bahwa seluruh tim siap melakukan walk out dari lapangan jika Vini memintanya.
Lebih lanjut, Arbeloa secara diplomatis menepis komentar Jose Mourinho yang sebelumnya menilai selebrasi gol Vinicius bersifat memprovokasi penonton. Ia menolak keras narasi yang mencoba menyudutkan pemainnya tersebut.
"Vini mencetak gol fantastis dan merayakannya seperti yang telah kita lihat ratusan kali, para pemain menari, selama bertahun-tahun tanpa memandang latar belakang mereka," tegas Arbeloa dikutip dari Football Espana.
Real Madrid kini menaruh harapan besar pada ketegasan regulasi UEFA. Berdasarkan Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA, setiap entitas atau individu yang menghina martabat manusia seperti dasar warna kulit dan ras akan dikenakan sanksi skorsing minimal sepuluh pertandingan. (Daffa Yazid Fadhlan)




