PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat transaksi remitansi sebanyak 1,8 juta transaksi. Angka itu tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai transaksi Rp116 triliun hingga Desember 2025.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa ekspansi jaringan dilakukan sebagai respons langsung atas lonjakan kebutuhan transaksi perbankan syariah di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Malaysia menjadi salah satu kantong transaksi terbesar. Di sanalah BSI masuk lebih dalam dengan layanan yang mudah diakses dari berbagai negara,” kata Anton dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Awal 2026, BSI bersinergi dengan KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur lewat program literasi keuangan untuk PMI. Kegiatan ini tak sekadar edukasi tapi juga mendorong transaksi mulai dari pengelolaan keuangan, investasi tabungan emas, hingga mengirimkan devisa ke dalam negeri dan pengiriman uang lintas negara.
Baca Juga: BSI Cetak Laba Rp7,57 Triliun, Tumbuh 8% Sepanjang 2025
Anton menjelaskan, BSI Remitansi sudah hadir di Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia.
Anton melanjutkan bahwa remitansi bukan sekadar transaksi, tapi penggerak ekonomi daerah.
“Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman,” ujarnya.





