Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin kasus ini dibuka terang benderang.

Kemudian, baru-baru ini pihak kepolisian beberkan kronologi hingga alat anggota brimob untuk menganiaya siswa di Tual.

Hal ini diungkapkan pihak kepolisian pada saat konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Kota Tual, Sabtu (21/2/2026).

Pihak polisi menyatakan, bahwa insiden itu bermula ketika Bripda MS sempat tergabung dalam regu Patroli Satuan Brimob Kompi 1 Batalyon C tengah melaksanakan tugas patroli pukul 22:00 hingga pukul 06:00 WIT pada Kamis (19/2/2026) pagi.

Pada saat itu, ada dua orang warga sempat melaporkan telah terjadi keributan hingga berbuntut pemukulan di wilayah Fiditan Atas. 

Anggota brimob pun bergegas dan menumpangi mobil rantis menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, ada sejumlah pemuda berkumpul dengan sepeda motor di jalan Imam Mandala dan akhirnya dibubarkan polisi.

Usai membubarkan sekelompok balapan liar, sekitar sepuluh anggota Brimob bergeser dan meninggalkan lokasi. 

Sementara, diduga pelaku penganiayaan siswa, Bripda MS, masih bertahan dengan beberapa anggota Brimob lain sambil memegang helm taktikal.

Kurang dari sepuluh menit, datang dua pengendara sepeda motor, yakni korban AT (14) dan sang kakak KT (15), yang melaju dari arah Ngadi menuju Tete Pancing.

Bripda MS yang melihat korban dan sang kakak sempat memberikan isyarat dengan cara mengayunkan helm ke udara beberapa kali. 

Namun, karena sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi membuat motor sang kakak korban melewati Bripda MS.

Sementara motor korban AT berada di posisi belakang. Kemudian bagian wajah korban terkena helm taktis yang diayun Bripda MS hingga mengalami luka di bagian pelipis mata hingga terjatuh.

Usai korban terjatuh, motor korban kembali menabrak motor sang kakak yang berada di posisi depan sehingga sang kakak pun terjatuh.

Korban AT kemudian dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun nyawa tak bisa tertolong. AT akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 13:00 WIT.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Swedia dan Serbia Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran!
• 9 jam laludetik.com
thumb
Menlu AS Apresiasi Komitmen Partisipasi Indonesia di Board of Peace dan ISF
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Potret Kim Jong Un Membuka Kongres Partai Buruh ke-9 yang Bersejarah
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pertanda Buruk Muncul Dekat Indonesia, Lebih Banyak dari 1 Abad Lalu
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pelatih PSM Thomas Trucha Sesali Timnya Gagal Imbangi Persija karena Blunder
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.