Warga Gaza Rayakan Ramadan dalam Bayang-Bayang Serangan Zionis Israel

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Memasuki hari keempat bulan suci Ramadan, suasana di Jalur Gaza, Palestina masih diliputi keprihatinan mendalam. Meski umat Muslim di berbagai belahan dunia menjalankan ibadah dengan tenang, warga Gaza justru harus berpuasa di tengah ancaman serangan yang terus berlanjut dan krisis logistik. Gencatan Senjata yang Hanya di Atas Kertas Meskipun diberlakukannya gencatan senjata, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang kontradiktif. Anggota tim medis EMT Mer-C ke-12 yang bertugas di Gaza, M Reynaldi melaporkan bahwa suara drone masih sering terdengar mengelilingi pemukiman dan tempat kerja warga.

"Kita masih dapat menemukan berbagai korban dari serangan para penjajah. Kami masih mendengar suara bom, tembakan, dan pesawat tempur di atas kami," ujar Reynaldi. 

Menurutnya, pemberlakuan gencatan senjata tidak sesuai dengan kenyataan karena serangan masih kerap menargetkan warga sipil Palestina di saat yang seharusnya menjadi waktu bagi mereka untuk beribadah dengan khusyuk.
  Baca juga: Menlu Sugiono Pastikan Palestina Restui Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Krisis Air Bersih dan Pangan Selain ancaman militer, warga Gaza menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan dasar untuk sahur dan buka puasa. Logistik utama seperti makanan, obat-obatan, dan terutama air bersih, sangat sulit didapatkan.

Reynaldi mengungkapkan bahwa air yang keluar dari keran warga memiliki rasa asin yang pekat karena bercampur dengan air laut, sehingga tidak layak konsumsi. 

"Untuk air, kita sangat membutuhkan bantuan dari truk-truk air bersih yang diberikan oleh NGO (Non-Government Organization)," jelasnya.

Terkait pasokan makanan, tahun ini merupakan kali pertama beberapa jenis makanan mulai muncul di pasar jika dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya yang selalu diwarnai serangan besar-besaran. Namun, sebagian besar warga tetap menggantungkan hidup pada bantuan pangan yang dikelola oleh berbagai NGO internasional, termasuk dari Mer-C.

Kondisi yang paling menyentuh perhatian adalah ketahanan anak-anak di Gaza. Reynladi menyaksikan bahwa anak-anak di sana seolah telah terbiasa dengan rasa lapar karena mereka telah melewati fase kelaparan selama konflik dua tahun terakhir.

Meski dalam kondisi serba terbatas, antusiasme warga untuk merayakan Ramadan tetap terlihat di beberapa sudut jalan melalui kemunculan budaya lokal, seperti tradisi membangunkan sahur dan hiasan pernak-pernik Ramadan, meski dalam jumlah yang terbatas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Wali Kota Ratu Dewa Ungkap Cara Kerja PLTSA Palembang, Bagaimana Solusi Sampah Jadi Listrik?
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Peringati Hari Sampah Nasional, Dharma Wanita RSUD Larantuka Gelar Aksi Bersihkan Sampah
• 42 menit lalutvrinews.com
thumb
AKBP Didik Putra Kuncoro Terancam Hukuman Mati Buntut Kasus Narkoba hingga Penyimpangan Seksual
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Sulsel Akan Sidang Etik-Pidana AKP Arifan yang Terjerat Kasus Narkoba
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.