Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Pulau Jawa. Mengawali perjalanannya, Saan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Maghfirah Telajung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai titik pertama.
Kunjungan ini ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Dalam sambutannya di hadapan para santri, Saan menyampaikan bahwa Safari Ramadan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran besar pesantren dalam sejarah kemerdekaan Indonesia serta fungsinya sebagai penjaga moralitas bangsa hingga saat ini.
Ia meniai pesantren, kiai, dan para santri memiliki kontribusi besar dalam proses kemerdekaan Indonesia. Untu itu, Partai NasDem hadir untuk memberikan penghargaan kepada pondok pesantren melalui silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat perubahan.
Usai dari Bekasi, Saan Mustopa beserta rombongan melanjutkan safari menuju Pondok Pesantren Annihayah di Karawang. Dalam agenda tersebut, turut hadir Wakil Bupati Karawang, Maslani, beserta jajaran struktur Partai NasDem dari tingkat pusat hingga daerah.
Baca juga: Viktor Laiskodat Dorong Transformasi Energi untuk Entaskan NTT dari Kemiskinan
Di hadapan santriwan dan santriwati, Saan kembali menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk akhlaqul karimah (akhlak mulia) bagi generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan kemudahan akses informasi, pesantren dianggap sebagai benteng utama bagi anak muda dalam menyaring informasi secara bijak.
"Pesantren hadir untuk memberikan pendidikan moral agar anak-anak kita bisa membedakan mana informasi yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak," tambahnya.
Saan juga berharap seluruh santri mampu berkembang menjadi generasi emas yang mampu bawa perubahan nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Kegiatan Safari Ramadan 1447 H ini direncanakan akan berlangsung selama 15 hari ke depan menyisir berbagai wilayah di Pulau Jawa. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Partai NasDem untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara tokoh nasional, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Melalui langkah ini, NasDem ingin memastikan bahwa pesantren tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah kehidupan berbangsa dan terus didukung dalam mencetak generasi berkualitas di masa depan.




