Meski Tak Separah Red Sparks, Ini Dua Biang Kerok Turunnya Performa Pink Spiders di V-League 2025/2026

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Musim Liga Voli Korea 2025/2026 menghadirkan kejutan besar bagi para penggemar. Dua tim papan atas musim lalu, Red Sparks dan Pink Spiders, mengalami penurunan performa signifikan setelah ditinggal pemain bintang masing-masing, Megawati Hangestri Pertiwi dan Kim Yeon-koung.

Dampaknya terasa nyata di papan klasemen: Red Sparks terjerembap ke dasar klasemen, sementara Pink Spiders harus bekerja keras untuk kembali ke posisi tiga besar.

Pada laga tandang Rabu (18/2/2026), Red Sparks kalah dramatis 2-3 dari AI Peppers dengan skor 25-17, 25-19, 21-25, 22-25, dan 15-5.

Red Sparks di Liga Voli Korea 2025/2026
Sumber :
  • Red Sparks

Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif mereka menjadi 11 kekalahan beruntun. Kini Red Sparks menghuni peringkat ketujuh atau juru kunci dengan 20 poin, hasil dari enam kemenangan dan 24 kekalahan dalam 30 pertandingan.

Kondisi ini terbilang mengejutkan. Sejak era profesional Liga Voli Korea dimulai pada musim 2018-2019, Red Sparks belum pernah finis di posisi terbawah.

Dalam dua musim terakhir saat masih diperkuat Megawati Hangestri, mereka bahkan tampil sebagai penantang serius perebutan gelar juara.

Namun penurunan tak hanya dialami Red Sparks. Pink Spiders, juara V-League 2024/2025, juga menunjukkan inkonsistensi sepanjang musim ini.

Saat ini Pink Spiders berada di peringkat ketiga dengan 17 kemenangan, 13 kekalahan, dan 53 poin. Mereka terpaut tiga poin dari Hyundai Hillstate di posisi kedua, serta enam poin dari pemuncak klasemen Korea Expressway Hi-Pass.

Berikut 2 faktor yang membuat Pink Spiders performanya menurun

  • Ditinggal Sosok Kim Yeon-koung dan Marcello Abondanzá
Skuad Pink Spiders usai ditinggal Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung.
Sumber :
  • Instagram/hkpinkspiders

Salah satu faktor utama merosotnya performa Pink Spiders adalah perginya figur sentral tim. Pensiunnya Ratu Voli Korea Kim Yeon-koung serta berakhirnya era kepelatihan Marcello Abondanzá memunculkan banyak keraguan.

Penunjukan Tomoko Yoshihara sebagai pelatih kepala baru sempat disambut skeptisisme di kalangan penggemar.

Bahkan, muncul julukan bernada sindiran dari sebagian penggemar, yakni “Sekolah Menengah Atas Putri Heungkuk”.

Meski menghadapi tekanan besar, Yoshihara perlahan membangun ulang fondasi tim. Pink Spiders sempat terpuruk dengan empat kekalahan beruntun di awal musim dan turun ke posisi keenam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tensi Panas Bundesliga! Gol Telat Borussia Dortmund Pangkas Jarak ke Bayern
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Tradisi Bubur Harisah Keluarga Arab di Cirebon Ramaikan Ramadan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Belum Setahun Bebas, Adrian Fathur Rahman Anak Oknum Perwira Polisi Kembali Disidang
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Jaga Daya Beli Rakyat, Mentan Minta Harga Minyak Goreng Tidak Boleh Mahal!
• 19 jam laludisway.id
thumb
Waspadai Cuaca Ekstrem Periode 21–28 Februari di Jatim, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorolog
• 53 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.