Kehangatan Berbuka Takjil Bergizi di Masjid Jogokariyan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Menjelang pukul 17.00 WIB, ribuan warga berduyun-duyun mengantre pembagian takjil di depan Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Sabtu (21/2/2026). Mereka berdesakan di depan tumpukan piring berisi menu bistik daging sapi yang tertata rapi. Selembar plastik masih menutupi ribuan piring hidangan takjil gratis tersebut.

Di sudut masjid yang lain, puluhan ibu rumah tangga anggota PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) secara estafet menata bahan penyusun hidangan bistik sapi seperti potongan daging sapi, telur, kentang, sambal, nasi, wotel, buncis, dan kerupuk.

Ketika salah satu panitia mempersilakan pembagian takjil dimulai, warga yang sudah mengantre sekitar setengah jam sebelumnya pun mulai merangsek ke sejumlah meja tempat pembagian takjil. Kaum pria diarahkan ke meja di sisi barat agar tidak turut berdesakan dengan kaum perempuan yang hadir di masjid tersebut.

Tak butuh waktu lama, ribuan piring berisi bistik sapi yang tertata di sejumlah meja pun ludes. Warga yang berhasil memperolehnya segera mencari tempat duduk di dalam dan luar masjid sambil menunggu waktu berbuka tiba.  

Sore itu Panitia Kampung Ramadhan Jogokariyan menyiapkan sekitar 4.200 porsi takjil. Jumlah tersebut meningkat dibanding saat hari biasa non-akhir pekan di mana sajian yang disiapkan hanya sekitar 3.800 piring.

Berbagai menu takjil gratis yang dibagikan di Masjid Jogokariyan selama Ramadhan selalu memikat ribuan pengunjung. Uniknya, takjil di masjid ini disajikan menggunakan piring, bukan dalam kotak makan ataupun dibungkusn kertas.

Penggunaan piring dinilai lebih ramah lingkungan karena bisa menekan sampah. Selain itu, diharapkan umat yang selesai santap buka puasa bisa langsung ikut shalat Magrib berjamaah.

Masjid Jogokariyan, seperti banyak masjid lain di Yogyakarta, mengikuti keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu. Setiap tahun, jalan sepanjang sekitar 500 meter yang membelah Kampung Jogokariyan di sudut barat daya Kota Yogyakarta itu disulap menjadi pasar sore.

Biaya untuk pengadaan takjil gratis ini berasal dari para donatur. Panitia membuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang akan berdonasi, mulai dari Rp 15.000 (nilai satu porsi takjil) hingga sebanyak yang umat bisa berikan.

Meski sudah menyediakan sekitar 4.200 porsi, tidak semua warga yang datang kebagian. Pengunjung yang tidak kebagian takjil masih bisa berbuka bersama dengan membeli bermacam makanan yang dijual di kegiatan itu. Pada tahun ini jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang meramaikan pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan sebanyak 400 pedagang. Jumlah itu bertambah dibandingkan pada tahun lalu, yakni 350 pedagang.

Ketua Umum Takmir Masjid Jogokariyan Muhammad Rizqi Rahim mengatakan, dari jumlah UMKM tersebut, sebanyak 248 lapak diisi warga Kampung Jogokariyan sendiri. Hal ini diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian kampung.

Kampung Ramadhan Jogokariyan telah berlangsung sebanyak 22 kali. Keberadaannya selalu dinantikan oleh para pengunjung yang menantikan kehangatan suasana kebersamaan ketika waktu berbuka puasa tiba.

Baca JugaGulai Kambing yang Dirindu di Masjid Gedhe Kauman
Baca JugaManis, Segar, Melegakan
Baca JugaKembali ”Nge-War Takjil” di Benhil
Baca JugaBerbuka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Aman dan Fleksibel di Imlek
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Asal-usul Hajar Aswad Dikaji Secara Sains, Ilmuwan Bilang Gini
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pansel Minta Masukan Publik terhadap Calon Anggota KPI untuk Telusuri Rekam Jejak
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: Tradisi Berbagi Bubur Peca Saat Ramadan di Samarinda
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tarif Trump Dibatalkan MA, Airlangga: Perjanjian RI-AS Tetap Berproses
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.