Aceh Tamiang: Suasana hangat terasa di Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 19 Februari 2026. Menjelang waktu berbuka puasa, warga yang terdampak banjir berkumpul dalam program GEMBIRA (Gerakan Masak dan Buka Puasa Bersama Warga).
Kegiatan ini mempertemukan warga, relawan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Sejak siang, warga dan relawan menyiapkan hidangan berbuka secara gotong royong. Di sudut lain, anak-anak mengikuti kegiatan belajar dan bermain.
Baca Juga :
Inalum Bangun Infrastruktur Sekolah Terdampak Bencana di PadangDalam kegiatan tersebut, Lord Adi, juara 3 perlombaan chef tingkat nasional turut memasak bersama warga dan relawan, berbagi pengalaman secara sederhana di tengah aktivitas dapur umum.
Kegiatan ini menjadi ruang saling menguatkan bagi warga yang masih menata kembali kehidupan mereka. Kebersamaan membuka kesempatan untuk berbagi cerita, menyemangati satu sama lain, dan melangkah secara bertahap menuju pemulihan.
Warga penyintas bencana di Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, mempersiapkan buka puasa. Dokumentasi/ istimewa
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tanjung Mancang, Tengku Syaiful Bahri, menyampaikan apresiasi dan harapan.
"Saya mengucapkan jutaan ribu terima kasih kepada teman-teman dari Human Initiative yang membersamai kami sejak pascabanjir hingga hari ini melalui kegiatan berbuka bersama. Harapan kami, teman-teman Human Initiative terus bisa bersama kami di bulan Ramadan, di antaranya melalui paket Ramadan serta pemberian paket Ramadan kepada anak-anak yatim dan piatu di Tanjung Mancang," kata Tengku dikutip, Sabtu, 21 Februari 2026.
Baca Juga :
Mendagri: Presiden Kerahkan Kekuatan Pulihkan Pascabencana di SumatraPerwakilan Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Muslizar, juga mengapresiasi kegiatan yang memberi ruang kebersamaan bagi warga terdampak banjir.
"Masyarakat terdampak banjir bisa sedikit terhibur melalui upaya-upaya untuk meringankan beban saat bencana. Terima kasih kepada tim Human Initiative. Semoga program ini terus berjalan agar masyarakat Aceh Tamiang terbantu dan dapat bangkit setelah banjir besar," jelasnya.
Pesan penguatan turut disampaikan Ketua MPU Aceh Tamiang, Ustaz Syahrizal Darwis. Dia menyebut bantuan ini sangat berarti untuk para warga penyintas di tengah kondisi yang terbatas.
"Mari berusaha memberi yang terbaik bagi sesama melalui doa dan tindakan nyata. Sekecil apa pun kebaikan memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Kami mendoakan agar Human Initiative terus mampu menjalankan program kebaikan di Aceh Tamiang," ungkapnya.
Sekitar 550 orang mengikuti kegiatan tersebut. Di tengah keterbatasan, kebersamaan menjelang berbuka menghadirkan rasa saling memiliki dan harapan untuk bangkit bersama.




