Vino G Bastian Tampil Beda di Film Tanah Runtuh, Perannya Bareng Anak Down Syndrome Bikin Terenyuh

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Aktor papan atas Vino G Bastian kembali menantang dirinya lewat peran yang lebih sunyi namun menghantam emosi dalam film Tanah Runtuh. Di proyek terbarunya ini, Vino tidak hanya memerankan figur pemimpin yang tegas, tetapi juga menghadirkan transformasi batin yang perlahan tumbuh lewat relasi dengan dua anak kecil di tengah situasi sosial yang rapuh.

Film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduksi oleh Denny Siregar Production. Kolaborasi ini menjadi pertemuan kembali setelah kesuksesan Sayap-Sayap Patah, namun dengan pendekatan yang jauh lebih personal dan intim. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Film Gak Ada Matinya! Jadi Taruhan Buat Taklukkan Genre Komedi
Film Pelangi di Mars Rilis Trailer, Hadirkan Petualangan Anak Indonesia di Planet Merah

Dalam unggahan Instagram resmi rumah produksi @dennysiregarproduction, ditegaskan arah emosional film ini.

“Kisah tentang dua anak kecil yang bertahan di dunia yang tidak selalu ramah. Tentang janji yang dipegang, dan empati yang tidak boleh runtuh,” tulis akun mengiringi unggahan video trailer film Tanah Runtuh, dikutip Minggu 22 Februari 2026. 

Vino berperan sebagai sosok pemimpin yang ditugaskan ke wilayah dengan kondisi tidak stabil. Ia digambarkan tenang, rasional, dan terbiasa mengambil keputusan dalam tekanan. Namun pertemuannya dengan dua kakak beradik—salah satunya anak dengan Down syndrome—menjadi titik balik perjalanan karakternya.

Alih-alih sekadar menjalankan tugas, tokoh yang diperankan Vino memilih untuk tetap mendampingi mereka. Keputusan itu bukan tanpa risiko, tetapi justru di situlah sisi kemanusiaannya tumbuh. Relasi yang terbangun memperlihatkan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari ketegasan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga empati.

“Tanah Runtuh bukan tentang bencana besar, tapi tentang luka-luka kecil yang sering tak terlihat," tulis @dennysiregarproduction, dalam unggahan lainnya di Instagram. 

Kalimat tersebut seolah merangkum pendekatan film yang lebih mengandalkan gestur, suasana, dan interaksi hening antar karakter ketimbang dialog panjang atau dramatika berlebihan.

Kisah dua anak ini menjadi jantung narasi. Perjalanan mereka bukan sekadar fisik, tetapi emosional—tentang bertahan, saling menguatkan, dan menemukan tempat berpijak di tengah ketidakpastian. Film ini juga secara tegas menolak stigma bahwa anak dengan Down syndrome adalah beban. Sebaliknya, mereka digambarkan sebagai individu yang utuh dan memiliki peran penting dalam membentuk perjalanan orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga :
Industri Film Indonesia Bersiap Masuki Fase Baru
Horor Supranatural Berbalut Thriller, Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih Segera Masuk Tahap Produksi
Teaser Trailer dan Poster Warung Pocong Dirilis, Tiga Komika Siap Buka Warung di Bioskop!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adidas Indonesia Rilis Superstar Island Series SS26 Papua
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Semen Tonasa Jadi Tuan Rumah Pertama Kegiatan Safari Ramadan
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Warga AS Kian Merana, Ramai-Ramai Rumah Tangga Makin Rasa Tak Aman
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tangerang Dominasi Pasar Rumah, Ini Strategi Paramount
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Remaja Sukabumi Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ini Fakta-Faktanya
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.