Surabaya, tvOnenews.com – Video yang diunggah pengacara Muhammad Sholeh di media sosial yang menyebut nama Rohmah serta adiknya Komariah sebagai pelaku penggelapan dan penipuan berkedok investasi bodong akhirnya dijawab Rohmah. Warga Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang ini menepis tudingan bahwa adiknya Komariah terlibat dalam perkara tersebut.
"Yang pinjam uang itu murni saya, saya hanya pakai nama adik saya sebagai alasan untuk mendapatkan pinjaman agar orang lain percaya dan mau meminjamkan uang," kata Rohma.
Perempuan 40 tahun itu mengakui seluruh pinjaman uang tersebut adalah tanggung jawab pribadinya. Ia menegaskan sang adik tidak mengetahui apapun soal utang-piutang yang kini menyeret namanya.
Rohmah mengaku tudingan Sholeh tentang investasi bodong itu tidak benar. Rohmah yang memiliki usaha toko sembako dan material bangunan ingin mengembangkan usahanya agar lebih besar. Atas inisiatif inilah Rohmah meminjam uang ke orang yang dia kenal.
"Karena butuh modal, akhirnya saya pinjam ke beberapa orang. Ada juga orang yang dengan kesadarannya sendiri memberikan modal kepada saya. Semua atas dasar kepercayaan. Tidak ada kontrak hitam di atas putih. Saya berani kasih keuntungan sesuai kesepakatan lisan," ujarnya.
Namun perjalanan usaha tidak selalu mulus. Sebagian pinjaman memang berhasil dikembalikan beserta keuntungan yang dijanjikan. Tetapi sebagian lainnya belum mampu ia lunasi saat jatuh tempo.
Dalam tekanan kebutuhan dana, Rohmah mengaku terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang. Ia kembali meminjam untuk menutup utang sebelumnya. Situasi kian rumit ketika kepercayaan mulai menurun.
Di titik itulah, ia mengaku mengambil keputusan yang kini disesalinya, yakni menggunakan nama sang adik untuk meyakinkan pemberi pinjaman.
“Adik saya tidak tahu sama sekali. Bahkan saya juga berutang kepada adik saya Rp2 miliar 114 juta dan sebuah mobil Avanza baru untuk saya jual,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak sepeser pun uang hasil pinjaman mengalir ke Komariah. Menurutnya, sebagian besar dana digunakan untuk membayar utang yang terus menumpuk.
Rohmah juga menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya menjual aset demi melunasi kewajiban. Tiga mobil, tiga motor, dan sebidang tanah disebut telah dilepas untuk membayar utang.


