REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, menyampaikan solusi bagi umat Muslim yang lupa berniat puasa Ramadhan menurut Mazhab Syafi’i.
“Para ulama Mazhab Syafi’i menganjurkan tiga hal, yakni berniat setiap malam, dianjurkan melafalkan niat, dan pada awal Ramadhan berniat untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh mengikuti pandangan Imam Malik,” katanya, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh dan Harian
Produk AS Dibebaskan dari Sertifikasi Halal? Muhammadiyah Ingatkan Potensi Pelanggaran UU
AS Parkir Puluhan Jet Tempur di Yordania, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan Amerika di Timteng
Alhafiz menjelaskan, bagi orang yang lupa berniat pada malam hari, ia tidak perlu membatalkan puasanya. Ia cukup berniat di pagi hari ketika ingat bahwa dirinya belum berniat pada malam hari.
“Dengan demikian, ia tetap dapat melanjutkan ibadah puasanya hingga selesai, sampai waktu Maghrib,” ucap Alhafiz.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Alhafiz juga menyampaikan pandangan Imam Abu Hanifah yang menyebutkan bahwa orang yang tidak memalamkan niat sebelum fajar (sebelum Subuh) bukan berarti puasanya tidak sah, melainkan puasanya tidak sempurna.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)