HIPMI Minta Skema Impor Pikap India Dikaji Ulang, Dorong Perakitan Lokal

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Rencana pengadaan mobil pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema impor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) dari India mendapat perhatian dari kalangan pengusaha muda.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekonomi desa, namun meminta agar pola pengadaan kendaraan ditinjau kembali secara komprehensif.

HIPMI menilai intervensi transportasi di wilayah pedesaan memang relevan untuk menurunkan biaya logistik, dan mempercepat distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok.

Namun, dalam skala pengadaan yang disebut mencapai sekitar 105.000 unit dengan nilai program ditaksir Rp 24 triliun, kebijakan tersebut dinilai memiliki implikasi strategis terhadap struktur industri manufaktur nasional.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, mengatakan pola impor CBU berpotensi menempatkan sebagian besar nilai tambah di luar negeri. Ia mendorong agar skema pengadaan lebih diarahkan pada perakitan lokal melalui CKD atau pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.

“Program KDMP seharusnya tidak berhenti pada penyediaan armada logistik desa semata, tetapi dapat diarahkan sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional yang lebih luas,” ujar Anggawira lewat pernyataan resmi kepada kumparan, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, dengan tingkat kandungan lokal 40-60 persen, belanja pemerintah melalui program ini berpotensi menjadi pengungkit aktivitas produksi domestik. Efek penggandanya disebut dapat menjalar ke sektor industri baja, sistem kelistrikan, ban, kaca, logistik, hingga jasa perawatan kendaraan.

HIPMI menilai keputusan antara impor atau produksi lokal bukan sekadar persoalan kecepatan pengadaan unit. Lebih dari itu, kebijakan tersebut menyangkut arah pembentukan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang.

“Skema pengadaan perlu mengedepankan kewajiban investasi fasilitas perakitan di dalam negeri, transfer teknologi, serta peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap,” katanya.

Di tengah perdebatan mengenai dampak impor terhadap industri otomotif domestik, HIPMI memandang program KDMP dapat menjadi momentum untuk memperkuat rantai pasok nasional.

Organisasi tersebut mendorong agar implementasi KDMP tidak hanya menjawab kebutuhan logistik desa, tetapi sekaligus menjadi katalis pertumbuhan industri otomotif nasional yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesempatan Baru Ekspor Kertas Indonesia untuk Perkuat Posisi Global
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menlu Tegaskan Indonesia Kontribusi BoP dengan Kirim Pasukan, Bukan Iuran US$ 1 M
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Usai Mahkamah Agung Batalkan Tarif Trump, Indonesia Harus Bisa Lepas dari Jebakan AS Termasuk di BoP
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Liga Italia Malam Ini: Persaingan Ketat Juventus vs Como, Ujian Berat Lecce vs Inter Milan
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Biro SDM Polda Sumsel Gelar Bakti Sosial Ramadan untuk Warga Gandus dan Kertapati
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.