Ada Peluang Ekonomi Sulsel Tumbuh di Atas 6%! Ini Syaratnya!

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR — Bank Indonesia tetap meyakini angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan bisa lebih tinggi hingga di atas 6%, meski telah memprediksi pertumbuhan tahun ini maksimal di level 5,8%.

Jika tidak terjadi pada 2026, maka capaian tersebut diharapkan bisa terjadi pada tahun-tahun selanjutnya.

Secara historis, pertumbuhan ekonomi Sulsel sempat melampaui 6% sebelum pandemi Covid-19. Ekonomi wilayah ini tumbuh 6,91% pada 2019 dan pada 2018 menembus 7,04%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan perlu ada upaya dari pemangku kepentingan untuk mengakselerasi investasi untuk kembali mencapai angka pertumbuhan sebelum pandemi.

Pemerintah Provinsi Sulsel mesti punya peraturan khusus agar penanaman modal tidak terhambat. Melihat banyak potensi yang belum tergarap, waktu pengurusan izin investasi sudah seharusnya menjadi lebih singkat.

Rizki menekankan bahwa sektor perikanan bisa menjadi fokus utama. Belum optimalnya investasi pada industri pengolahan perikanan bisa menjadi peluang besar dalam upaya mendorong ekonomi.

Baca Juga

  • Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2026 Diprediksi Tak Beda Jauh dari 2025, Investasi Jadi Kendala
  • Kebutuhan Uang di Sulsel Diproyeksi Naik selama Ramadan, BI Siapkan Rp4,5 Triliun
  • Guru Besar Unhas Ragukan Target Swasembada Energi Tercapai 5 Tahun Lagi

Dia menyoroti pabrik manufaktur pengalengan saat ini masih banyak berada di wilayah Jawa, padahal produksi perikanan Sulsel masuk dalam kategori baik. 

Oleh sebab itu, dia berpandangan pengadaan cool storage untuk mengawetkan ikan sudah perlu diperbanyak agar kualitas produk bisa menjadi lebih baik.

"Industri pengolahan ikan misalnya untuk dibuat jadi nugget, ikan asap, bakso, dan sebagainya, harus ada di Sulsel. Apabila kita bisa meng-unlock potensi itu, mungkin saja kita bisa tumbuh lebih cepat," jelas Rizki kepada Bisnis, Sabtu (21/2/2026).

Bank Indonesia juga merekomendasikan pemangku kepentingan supaya bisa melakukan perluasan hilirisasi mineral bernilai tambah tinggi melalui penguatan produk turunan strategis dan penerapan standar keberlanjutan untuk meningkatkan daya saing industri.

Diversifikasi struktur ekonomi daerah melalui pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian dan sektor jasa produktif untuk memperluas sumber pertumbuhan juga perlu ditempuh.

Selain dari sisi investasi, Rizki juga mendorong penguatan konsumsi masyarakat dengan menjaga daya beli dan pasokan pangan melalui penguatan distribusi antarwilayah dan mitigasi risiko cuaca ekstrem.

Kemudian memperkuat pasar domestik dan ekosistem industri hilir untuk mendorong permintaan domestik melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan keterjangkauan harga dan penguatan rantai pasok.

Sementara dari sisi belanja pemerintah, BI berpandangan realisasinya perlu dipercepat melalui frontloading belanja produktif dan percepatan belanja modal guna menjaga momentum permintaan domestik di awal tahun.

Selanjutnya adalah penguatan ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi PAD, peningkatan kualitas belanja, serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif seperti KPBU dan penjajakan kerja sama pembiayaan dengan perusahaan lokal.

"Terakhir dari pemerintah perlu juga menjaga output sektor nikel dan industri pengolahan melalui koordinasi penyesuaian RKAB agar transisi produksi terukur dan utilisasi smelter tetap optimal," tutup Rizki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persijap Jepara terlalu Perkasa bagi Persebaya Surabaya
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Klasemen La Liga Usai Laga Osasuna Vs Real Madrid
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Tetap Berproses Pascaputusan Mahkamah Agung AS
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KAI Logistik Angkut 45 Ribu Barang Selama Libur Panjang Imlek 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kasatgas Tito Tinjau Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya, Minta Dukungan Kementan untuk Pemulihan
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.