Duta Besar RI untuk Singapura (2020-2025) Suryopratomo menceritakan pengalamannya selama bertugas di Negeri Singa. Menurutnya, ada perbedaan pejabat Singapura dengan Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Tommy ini mengatakan, hubungan pejabat Singapura dengan rakyatnya sangat dekat. "Kalau rakyat ingin menyapa, ngobrol, sebagai seorang pejabat publik itu kewajiban dia untuk mendengarkan. Dia akan memberikan waktu untuk mendengar apa yang akan disampaikan," ujar Tommy dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Minggu (22/2/2026).
Tommy mengatakan, hal itu tak terlepas dari sistem parlementer yang diterapkan di Singapura. "Mereka akan menjadi pejabat negara kalau dia terpilih sebagai anggota parlemen. Setelah terpilih, tanggung jawabnya itu bukan hanya dalam menjalankan tugas sebagai pejabat, tetapi bagaimana membangun komunikasi dengan konstituennya. Karena itu, semua pejabat Singapura pasti akan dekat dengan rakyatnya," ujarnya.
Baca Juga: Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya
Menurut Tommy, kalau pejabat itu tidak dekat dengan rakyatnya, pada pemilu berikutnya pejabat tersebut tidak akan terpilih sebagai anggota parlemen. Artinya, orang tersebut juga tidak akan menjadi pejabat. "Karena di Singapura, orang akan menjadi menteri hanya kalau dia terpilih menjadi anggota parlemen," katanya.Bagaimana dengan pejabat di Indonesia? "Selalu saya sampaikan, bedanya kita dengan di Singapura itu, kita ini terlalu feodal. Pejabat kita itu cenderung feodal. Sekali lagi karena dia feodal, kecenderungan yang muncul itu adalah kekuasaan dianggap hak istimewa," ujarnya.
Tommy menekankan, dirinya melihat sesuatu yang berbeda selama bertugas di Singapura. "Tugas semua menteri, pejabat di Singapura itu adalah mereka tahu harus melakukan sesuatu untuk kemajuan negaranya. Karena hanya dengan itulah, Singapura akan menjadi negara yang maju."
Original Article




