VIVA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekesalannya saat mendapat pertanyaan mengenai minimnya menit bermain pemain-pemain baru yang direkrut pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Ia menegaskan bahwa keputusan pemilihan pemain sepenuhnya didasarkan pada performa dan kesiapan, bukan tekanan dari luar.
Persija mendatangkan tujuh pemain pada paruh musim, yakni Fajar Fathurrahman, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Mota, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, dan Alaeddine Ajaraie. Namun, dari tujuh nama tersebut, baru Ajaraie yang paling sering tampil dengan lima penampilan, sementara beberapa lainnya masih minim kesempatan bermain. Bahkan, Cyrus Margono belum menjalani debut bersama Macan Kemayoran.
Situasi itu memunculkan desakan dari sebagian suporter agar para pemain anyar segera diberi menit bermain lebih banyak. Menanggapi hal tersebut, Souza menyatakan hanya dirinya yang mengetahui kondisi dan kesiapan pemain secara menyeluruh.
- ANTARA/HO/PERSIJA JAKARTA
“Selama beberapa waktu ini, semua cuma tahu bicara soal pemain-pemain baru. Sepertinya semua pemain baru yang datang lebih baik dari pemain yang sudah ada di sini,” ujar Souza, kepada awak media Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menambahkan, keputusan memainkan pemain bukan untuk memenuhi tuntutan pihak tertentu, melainkan berdasarkan evaluasi teknis harian.
“Yang bersama mereka sehari-hari adalah saya. Yang tahu kondisi saat mereka datang adalah saya. Dan yang akan menentukan momen kapan mereka debut adalah saya,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Souza juga meminta pihak yang mempertanyakan kebijakannya untuk memahami kondisi para pemain sebelum bergabung dengan Persija. Ia menyinggung Jean Mota yang dinilai membutuhkan waktu adaptasi, serta Shayne Pattynama yang bersaing dengan Dony Tri Pamungkas.
- Instagram/persija
“Pattynama adalah pemain hebat. Dony juga. Dan tidak ada alasan kenapa saya harus mencadangkan Dony demi memuaskan keinginan kalian melihat pemain baru di lapangan. Dony mungkin adalah salah satu pemain paling reguler di tim saya,” katanya.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa tidak ada pemain yang akan diturunkan hanya karena nama besar. Menurutnya, semua keputusan didasarkan pada kesiapan dan kontribusi nyata di lapangan.





